RONGGOHADI, LAMONGAN—Lamongan Sport Center kini menjadi saksi bisu pertarungan sengit para pelajar! Piala Bupati Lamongan untuk kompetisi futsal tingkat SMP dan SMA sederajat resmi bergulir pada Senin (10/11), menandai dimulainya agenda tahunan yang jauh lebih dari sekadar adu skill menendang bola.
Kompetisi ini, yang akan berlangsung hingga 14 November 2025, diikuti total 46 tim, rinciannya: 16 tim putra SMA, 16 tim putra SMP, dan 14 tim putri gabungan SMP/SMA. Format yang luas ini sengaja dirancang untuk memaksimalkan penjaringan atlet potensial dan menguatkan ekosistem pembinaan olahraga di Lamongan.
Futsal Sebagai Benchmark Generasi Emas Lamongan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi , menegaskan bahwa turnamen futsal ini adalah implementasi nyata dari program unggulan daerah: Generasi Emas Lamongan.
Program ini bertujuan mewujudkan daya saing sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan adaptif—misi kedua Pemkab Lamongan. Menurut Pak Yes, futsal adalah cara yang sempurna untuk mengasah mindset tersebut.
 “Kompetisi ini adalah wadah menjaring atlet muda berbakat dan motivasi, agar futsal lebih eksis di Kabupaten Lamongan,” tutur Bupati saat membuka acara.
Lebih dari sekadar mengejar piala, Bupati menekankan bahwa kompetisi ini wajib menjadi kawah candradimuka untuk mengasah mental bertanding dan sportivitas para pelajar.
Pendekatan Holistik: Mencetak Atlet Berkarakter
Program Generasi Emas Lamongan yang diusung Pak Yes menggunakan pendekatan holistik. Artinya, fokus pembangunan pemuda tidak hanya di sektor akademik, tetapi juga mencakup pengembangan karakter, keterampilan, dan potensi individu.
Para peserta futsal ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata Generasi Emas Lamongan: generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menjadi tulang punggung pembangunan berkelanjutan di masa depan. Semangat yang ada di lapangan futsal—kolaborasi, fair play, dan kerja keras—adalah bekal tak ternilai harganya bagi mereka. (rm)



