Thursday, May 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Uji Coba Gagal Total? JLU Lamongan Terancam Jadi “Terminal Liar” Baru

RONGGOHADI, LAMONGAN—Uji coba pengoperasian Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan yang baru dibuka BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) pada Kamis (6/11/2025) baru berjalan tiga hari, namun masalah klasik sudah muncul ke permukaan: Parkir Liar Truk Trailer!

Pemandangan ini bukan sekadar pelanggaran ringan, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan di jalan sepanjang 7,15 kilometer tersebut. Truk-truk trailer besar terlihat santai memarkirkan diri di bahu jalan—bahkan hingga ke ujung Jembatan Kandang Balun—meski rambu larangan parkir sudah terpasang jelas.

 Curhat Sopir: Butuh Istirahat, Tapi Tak Ada Rest Area!

Seorang sopir trailer bernama Saikon blak-blakan mengakui bahwa ia menyadari parkir di bahu jalan itu salah, namun ia merasa terpaksa.

 “Istirahat sebentar aja mas. Belum kelihatan ada rest area (tempat istirahat) di bahu sepanjang jalan selatan JLU maupun utara JLU,” ungkap Saikon, yang mengaku lelah menempuh perjalanan jauh dari Semarang.

Pengakuan ini menjadi sorotan tajam pada perencanaan JLU. Jika fasilitas dasar seperti tempat istirahat tidak tersedia, bahu jalan yang dilarang parkir pun akan menjadi sasaran empuk sopir lelah. Ini membuka peluang buruk: parkir liar akan ditiru sopir lain, bahkan lebih parah lagi, lapak-lapak PKL liar akan menjamur di sepanjang JLU, mengubah jalan lingkar menjadi pasar dadakan dan menghambat arus lalu lintas.

 Dishub dan BBPJN Dikejar Target Evaluasi 30 Hari

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menyatakan pihaknya bersama Forum Lalu Lintas akan segera melakukan edukasi masif kepada para pengemudi.

Masalah ketiadaan rest area ternyata sudah menjadi isu yang diangkat dalam rapat BBPJN dan Forum Lalu Lintas. Dishub Provinsi bahkan mengusulkan agar rest area segera dibangun.

Uji coba JLU sendiri dioperasikan selama 30 hari penuh sebagai masa evaluasi sebelum dibuka secara resmi. Pejabat Pembuat Komitmen BBPJN Jatim-Bali, Arvian Zanuardi, menjelaskan bahwa uji coba ini penting untuk menilai kesiapan infrastruktur, termasuk APILL di lima persimpangan.

 “Dalam satu bulan uji coba, pihaknya akan menerapkan pola evaluasi pada pertengahan dan akhir periode. Kemudian, jika diperlukan akan diperpanjang uji coba operasional sampai nanti resmi dibuka,” jelas Arvian.

Lamongan harus bergerak cepat! Jika parkir liar tidak ditangani serius, tujuan utama JLU untuk mengurai kemacetan di dalam kota Lamongan bisa terancam gagal total sebelum peresmian. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles