RONGGOHADI, LAMONGAN—Isu kesehatan masyarakat di Lamongan kini menyorot tajam kasus HIV/AIDS. Selama satu tahun terakhir, tercatat ada 219 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) baru di Kota Soto, dengan angka korban meninggal dunia mencapai sembilan orang akibat sakit parah.
Meskipun angka temuan kasus meningkat, dr. Yany Khoirurakhmawati, Kabid Pencegahan, Perlindungan, Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lamongan, justru menilai ini sebagai pertanda baik.
“Semakin banyak ditemukan kasus akan lebih baik. Sehingga, ODHA baru bisa melakukan terapi antiretroviral (ARV),” ujar dr. Yany.
Terapi ARV, meski tidak menyembuhkan, adalah kunci vital untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA, menekan penyebaran virus, dan mencegah infeksi oportunistik yang mempercepat fase AIDS. Saat ini, sudah ada 1.779 ODHA yang rutin mengikuti terapi ARV di Lamongan.
Fakta Usia Produktif dan Imbauan Kewaspadaan
Data statistik yang disajikan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), dalam seminar Hari AIDS Sedunia 2025, sangat mengkhawatirkan. Dari total 1.779 penyintas, 69 persen di antaranya berada dalam kelompok usia produktif (20–49 tahun).
Hal ini menekankan bahwa masalah HIV/AIDS bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu sosial dan ekonomi yang mengancam generasi emas Lamongan.
Pesan Bupati Lamongan: Hapus Stigma, Tanggung Jawab Moral Bersama
Menanggapi fenomena ini, Pemkab Lamongan mengajak seluruh masyarakat untuk aktif peduli dan berpartisipasi dalam pencegahan.
“Mari kita hapus stigma terhadap ODHA, sehingga bisa hidup bersama seiring dalam aktivitas sehari-hari,” jelas Bupati Yuhronur.
Sementara itu, dr. Yany mengimbau kepada ODHA agar patuh pada pengobatan dan menghindari aktivitas berisiko. Ia juga menekankan pentingnya skrining HIV bagi seluruh ibu hamil untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan, mengingat penularan bisa terjadi melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan air susu.
Peningkatan kesadaran masyarakat untuk periksa lebih dini diapresiasi oleh Dinkes Lamongan, sebagai langkah utama menuju penanganan masalah kesehatan yang lebih baik. (rm)



