RONGGOHADI, LAMONGAN—Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 disambut dengan lonjakan harga komoditas yang membuat dapur Lamongan terasa “panas”. Harga cabai di sejumlah pasar Lamongan mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam sepekan terakhir, membuat daya beli masyarakat teruji.
Berdasarkan pantauan di Pasar Rakyat Sidomulyo dan sekitarnya, harga cabai kini mencapai titik tertinggi:
| Komoditas | Harga Saat Ini (Per Kg) | Kenaikan Dari Seminggu Lalu (Estimasi) |
| Cabai Rawit | Rp 75.000 – Rp 80.000 | Naik lebih dari 50% |
| Cabai Merah Keriting | Rp 70.000 | Signifikan |
| Bawang Merah | Rp 55.000 | Naik dari Rp 40.000 |
Maisaroh, salah satu pedagang di Pasar Rakyat Sidomulyo, mengungkapkan betapa cepatnya kenaikan ini. Seminggu sebelumnya, harga cabai rawit masih berkisar Rp 45.000–Rp 48.000 per kilogram.
Kutukan Musim Hujan dan Efek Gunung Semeru
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan faktor utama di balik melonjaknya harga cabai adalah gangguan pada pasokan.
“Musim hujan seperti saat ini, tanaman cabai rawan terkena penyakit, sehingga hasil panen tidak maksimal,” kata Anang.
Sentra penghasil cabai di Lamongan utara (seperti Laren dan Solokuro) mengalami hasil panen yang buruk. Lamongan terpaksa mengandalkan pasokan dari luar daerah, namun kondisi cuaca buruk dan bencana alam di daerah lain turut memperparah keadaan.
Anang Taufik: “Daerah-daerah penghasilan cabai seperti Malang Raya, juga terpengaruh meletusnya Gunung Semeru,” ujarnya.
Hukum pasar pun tak terhindarkan: pasokan berkurang drastis menjelang peningkatan permintaan Nataru, menyebabkan harga melambung tinggi.
Intervensi Pemerintah: Pasar Murah untuk Menjaga Stabilitas
Meskipun harga cabai dan bawang merah melonjak, Anang Taufik meyakinkan bahwa komoditas pokok lainnya—seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging sapi—masih relatif stabil dan stoknya aman.
Sebagai langkah intervensi cepat untuk meredam inflasi dan membantu daya beli masyarakat, Disperindag Lamongan segera bertindak. “Hari ini kami menggelar pasar murah di Kecamatan Paciran,” ungkap Anang. Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tengah tantangan cuaca dan pasokan menjelang perayaan akhir tahun. (rm)



