RONGGOHADI, LAMONGAN – Pemandangan luar biasa tersaji di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kamis (8/1/2026). Di tengah kepungan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang melumpuhkan akses darat, ratusan siswa bersama guru dari LP Ma’arif NU Khozainul Ulum membuktikan bahwa semangat menuntut ilmu tidak bisa ditenggelamkan oleh air.
Karena jalan poros desa sudah berubah menjadi lautan cokelat yang tak bisa dilalui kendaraan, sungai kini menjadi satu-satunya “jalan tol” bagi warga. Namun, masalah baru muncul: tumpukan enceng gondok menutup rapat jalur perahu, membuat akses pendidikan dan ekonomi nyaris buntu total.
Aksi “Gerilya Air”: Melawan Hambatan dengan Tangan Kosong
Tanpa rasa ragu, para siswa ini menanggalkan sepatu dan terjun langsung ke sungai yang keruh. Dengan penuh semangat, mereka bahu-membahu menarik massa enceng gondok yang berat demi membebaskan alur sungai.
“Kegiatan ini adalah langkah darurat. Sungai saat ini adalah napas kami. Jika jalur ini tertutup enceng gondok, maka anak-anak tidak bisa sekolah dan warga tidak bisa beraktivitas,” ujar Ahmad Daman Huri, Ketua LP Ma’arif NU Khozainul Ulum.
Bagi para siswa, ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah pertaruhan agar mereka tetap bisa sampai ke meja kelas. Atifah, salah satu siswi yang ikut basah-basahan, mengaku lelah namun bangga bisa membantu desanya.
Lebih dari Sekadar Membersihkan: Pelajaran Karakter di Tengah Bencana
Pihak sekolah menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi ruang kelas terbuka bagi para siswa. Di sini, mereka belajar tentang:
- Empati Sosial: Merasakan langsung kesulitan warga di tengah bencana.
- Eksosistem Sungai: Pentingnya menjaga kebersihan jalur air agar tidak terjadi penyumbatan parah.
- Resiliensi (Ketangguhan): Tidak menyerah pada keadaan meski fasilitas darat lumpuh total.
| Info Terkini Banjir Bojoasri | Detail Kondisi |
| Penyebab Utama | Luapan Sungai Bengawan Jero |
| Status Jalan Desa | Lumpuh Total (Hanya bisa dilewati Perahu) |
| Peserta Aksi | Ratusan Siswa & Guru LP Ma’arif NU Khozainul Ulum |
| Target Utama | Pembukaan Alur Sungai untuk Transportasi |
Melihat Sisi Lain Banjir Lamongan
Aksi heroik ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik bencana banjir tahunan yang melanda Lamongan, ada mentalitas baja yang terus tumbuh di jiwa generasi mudanya. Mereka tidak menunggu bantuan datang, mereka menciptakan jalan mereka sendiri. (rm)



