Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

LAMONGAN MEGILAN! Jalan Made-Plembon Diresmikan: Karpet Merah Bagi Lumbung Padi & Akses Baru Trans Jatim!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Kabar gembira bagi warga Lamongan, khususnya para pejuang pangan dan pengguna transportasi publik! Jumat (9/1/2026) menjadi hari bersejarah saat Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara resmi memotong pita tanda tuntasnya proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) Made-Plembon.

Jalan sepanjang 2,45 kilometer yang kini tampak mulus bin kinclong ini bukan sekadar aspal biasa. Ini adalah “nadi” yang menghubungkan sentra lumbung padi nasional dengan pusat kota, sekaligus memastikan jalur operasional Bus Trans Jatim kembali normal dan makin nyaman.

 Investasi Rp 28 Miliar untuk Jalur Strategis

Meski kontrak pengerjaannya terhitung sangat kilat—hanya 55 hari— Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali berhasil menyulap jalur Made-Plembon menjadi akses kelas satu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 BBPJN, Arfiyan Yanuardi, menjelaskan bahwa proyek senilai Rp 28 miliar ini adalah langkah awal dari komitmen pemerintah pusat untuk mendukung daerah produsen pangan.

 “Dukungan APBN sementara mencakup 2,45 km dari total 5,3 km jalur strategis ini. Harapannya, konektivitas antara Made-Plembon hingga Sugio yang merupakan lumbung padi nasional semakin mumpuni,” ujar Arfiyan.

Kado Manis di Balik Rekor Luas Tambah Tanam (LTT)

Peresmian jalan ini semakin terasa spesial karena berbarengan dengan prestasi gemilang sektor pertanian Lamongan. Di tahun 2025, Lamongan resmi dinobatkan sebagai Produsen Padi Terbesar di Jawa Timur dengan capaian yang melampaui ekspektasi!

Rapor Hijau Pertanian Lamongan 2025:

Indikator KeberhasilanCapaian RealisasiPersentase
Target LTT (Kementan)192.373 Hektar
Realisasi LTT193.786 Hektar100,73% ✅
Surplus Luas Tanam1.413 HektarLuar Biasa
Indeks Pertanaman (IP)2,02Naik Signifikan

Bupati Yuhronur pun menggelar tasyakuran di Aula Gajah Mada sebagai bentuk apresiasi kepada para penyuluh (PPL) dan petani. “Hari ini kita syukuran bukan cuma karena target LTT tercapai, tapi juga karena per 1 Januari ini para PPL kita resmi diangkat sebagai ASN Kementan RI!” seru Bupati YUHRONUR disambut riuh tepuk tangan.

 Dampak Langsung: Trans Jatim & Distribusi Logistik

Dengan diresmikannya jalan ini, hambatan transportasi yang selama ini dikeluhkan kini sirna. Bupati Yuhronur menegaskan bahwa infrastruktur yang mantap adalah kunci kesejahteraan.

  1. Transportasi Publik: Bus Trans Jatim kini meluncur tanpa kendala di rute aslinya.
  2. Logistik Pertanian: Biaya angkut hasil panen dari area Sugio ke pusat distribusi dipastikan lebih efisien.
  3. Konektivitas Desa: Akses warga menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi lebih cepat.

 “Mudah-mudahan ini benar-benar memberikan manfaat yang besar. Infrastruktur itu dinamis, dan kami (Pemkab) akan terus berkolaborasi agar pemerataan jalan mulus sampai ke pelosok bisa terlaksana,” pungkas Bupati. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles