RONGGOHADI, LAMONGAN — Alam kembali menunjukkan kekuatannya. Akibat intensitas hujan yang tak kenal ampun selama beberapa hari terakhir, sebuah infrastruktur vital di Desa Sewor, Kecamatan Sukorame, dilaporkan ambles parah. Jembatan yang menjadi “urat nadi” penghubung antar desa tersebut tak lagi mampu menopang beban setelah pondasinya habis dikikis luapan air sungai.
Kejadian yang diperkirakan terjadi pada Kamis malam (08/01/2026) ini baru disadari warga pada Jumat pagi pukul 08.51 WIB. Sontak, kabar ini memicu kekhawatiran massal mengingat peran strategis jembatan tersebut bagi mobilitas harian dan pengangkutan hasil tani warga setempat.
Kondisi Lapangan: Paving Terlepas, Handrail Pecah!
Kondisi Jembatan Sewor saat ini sungguh memprihatinkan dan sangat berisiko jika dipaksakan untuk dilalui. Kerusakan yang terjadi bukan sekadar lubang kecil, melainkan penurunan struktur secara masif:
- Badan Jembatan Ambles: Sebagian lantai jembatan menurun tajam, menciptakan celah yang berbahaya.
- Paving Block Berhamburan: Susunan paving block terlepas dari posisinya, menandakan tanah di bawahnya telah hilang terbawa arus.
- Struktur Pembatas Hancur: Handrail atau pembatas jembatan kini tampak miring dan pecah-pecah.
- Erosi Parah: Terlihat jelas bekas gerusan aliran air sungai yang menghantam sisi bawah dan samping pondasi jembatan.
“Pihak Polsek Sukorame segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Saat ini, garis polisi sudah terpasang demi keselamatan masyarakat,” tegas Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, Sabtu (10/01/2026).
Peringatan Keras: Akses Roda Empat Tertutup Total!
Pihak kepolisian mengimbau dengan sangat agar pengguna jalan, terutama pengendara mobil atau truk pengangkut hasil pertanian, mencari jalur alternatif. Jembatan ini sudah dinyatakan tidak layak lalui karena risiko ambrol total yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
| Identitas Infrastruktur | Jembatan Desa Sewor |
| Lokasi | Kecamatan Sukorame, Lamongan |
| Status Saat Ini | DITUTUP UNTUK RODA 4 (Garis Polisi Terpasang) |
| Penyebab Kerusakan | Erosi Pondasi & Curah Hujan Tinggi |
| Dampak Ekonomi | Mobilitas Pertanian Terhambat |
Analisis Penulis: Butuh Gerak Cepat Sebelum Ekonomi Lumpuh
Jembatan Sewor bukan sekadar tumpukan beton dan paving. Bagi warga Sukorame, ini adalah jalur distribusi pangan. Jika tidak segera ditangani dengan perbaikan darurat maupun permanen, biaya logistik petani akan membengkak karena harus memutar jauh.
Infrastruktur di wilayah selatan Lamongan seperti Sukorame memang kerap mendapat ujian berat saat musim penghujan tiba. Kini, bola panas ada di tangan instansi terkait untuk segera melakukan normalisasi sebelum akses benar-benar terputus total. (rm)



