Thursday, May 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Duel “David vs Goliath” di Lamongan: Tembok Kokoh Laskar Joko Tingkir Bikin Pemuncak Klasemen Frustrasi!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Stadion Surajaya kembali menjadi saksi bisu sebuah pertempuran taktis yang menguras emosi pada Minggu malam (11/1/2026). Persela Lamongan, yang kini tampil dengan skuad lebih “sederhana”, sukses memberikan pelajaran berharga bagi sang raksasa sekaligus pemuncak klasemen Grup B, Barito Putera.

Meski skor berakhir kacamata 0-0, jalannya laga jauh dari kata membosankan. Tensi tinggi, benturan fisik, hingga drama kembalinya sang mantan ikon, Fabiano Beltrame, yang harus berakhir tragis, menjadi bumbu penyedap yang membuat ribuan LA Mania menahan napas sepanjang laga.

 Masterclass Bima Sakti: Skuad Muda yang Bikin Teco Pusing!

Datang dengan skuad “mewah” berlabel bintang Liga 1 seperti Alexsandro dan Bayu Pradana, Pelatih Barito Putera, Teco, awalnya diprediksi akan menang mudah. Namun, ia justru dibuat pusing tujuh keliling oleh strategi disiplin Bima Sakti.

Persela yang sudah ditinggal barisan bintangnya (Dutra, Beto, Bustos, hingga Mario Londok) justru tampil lebih kolektif. Mengandalkan Hendro Siswanto sebagai jenderal lapangan tengah dan kecepatan pemain muda, Persela memaksa tim tamu bermain lebih dalam.

 “Anak-anak bermain luar biasa. Walaupun mayoritas skuad muda, mereka tidak gentar menghadapi nama besar pemain Barito. Kami menunjukkan bahwa di Surajaya, mentalitas adalah segalanya,” ujar Coach Bima Sakti usai laga.

Drama Sang Mantan: Reuni Panas Fabiano Beltrame

Sorotan utama tertuju pada Fabiano Beltrame. Mantan ikon Persela yang kini berkostum Laskar Antasari ini harus merasakan atmosfer Surajaya yang berbeda. Tensi tinggi laga ini memuncak saat duel-duel keras terjadi di area pertahanan.

Berdasarkan laporan pertandingan, ketegangan yang meningkat di babak kedua membuat wasit harus mengeluarkan kartu merah (diduga untuk sang mantan ikon sesuai narasi berkembang), yang praktis merubah dinamika permainan. Barito yang unggul kualitas pemain pun dipaksa bertahan total di sisa waktu.

Peluang Emas yang Terbuang: Jhon Mena vs Lini Belakang Barito

Persela sebenarnya punya segudang peluang untuk mengunci kemenangan:

  • Menit ke-10: Jhon Mena hampir mencatatkan nama di papan skor setelah menerima umpan cut back manis dari Adam Malik. Sayang, sepakannya masih menyamping tipis.
  • Serangan Balik Barito: Alexsandro dan Aimar sempat mengancam lewat skema counter attack cepat, namun ketangguhan lini belakang Persela yang digalang skuad muda tampil sangat disiplin.

Rangkuman Pertandingan: Persela Lamongan vs Barito Putera

Aspek PertandinganCatatan Jalannya Laga
Skor Akhir0 – 0
Pemain Kunci PerselaHendro Siswanto, Jhon Mena, Arya Gerryan
Pemain Bintang BaritoFabiano Beltrame, Bayu Pradana, Alexsandro
Taktik PerselaHigh Pressing & Disiplin Defensif
Taktik BaritoCounter Attack Cepat & High Line Defense

Kesimpulan: Kemenangan Moral bagi Laskar Joko Tingkir

Hasil imbang ini terasa seperti kemenangan bagi Persela. Dengan keterbatasan skuad dibandingkan awal musim, mampu menahan tim sekelas Barito Putera adalah bukti bahwa tangan dingin Bima Sakti mulai bekerja. Di sisi lain, Barito harus pulang dengan tumpukan PR besar setelah gagal menembus tembok pertahanan Lamongan yang rapat. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles