RONGGOHADI, LAMONGAN — Stadion Surajaya kembali menjadi saksi bisu sebuah pertempuran taktis yang menguras emosi pada Minggu malam (11/1/2026). Persela Lamongan, yang kini tampil dengan skuad lebih “sederhana”, sukses memberikan pelajaran berharga bagi sang raksasa sekaligus pemuncak klasemen Grup B, Barito Putera.
Meski skor berakhir kacamata 0-0, jalannya laga jauh dari kata membosankan. Tensi tinggi, benturan fisik, hingga drama kembalinya sang mantan ikon, Fabiano Beltrame, yang harus berakhir tragis, menjadi bumbu penyedap yang membuat ribuan LA Mania menahan napas sepanjang laga.
Masterclass Bima Sakti: Skuad Muda yang Bikin Teco Pusing!
Datang dengan skuad “mewah” berlabel bintang Liga 1 seperti Alexsandro dan Bayu Pradana, Pelatih Barito Putera, Teco, awalnya diprediksi akan menang mudah. Namun, ia justru dibuat pusing tujuh keliling oleh strategi disiplin Bima Sakti.
Persela yang sudah ditinggal barisan bintangnya (Dutra, Beto, Bustos, hingga Mario Londok) justru tampil lebih kolektif. Mengandalkan Hendro Siswanto sebagai jenderal lapangan tengah dan kecepatan pemain muda, Persela memaksa tim tamu bermain lebih dalam.
“Anak-anak bermain luar biasa. Walaupun mayoritas skuad muda, mereka tidak gentar menghadapi nama besar pemain Barito. Kami menunjukkan bahwa di Surajaya, mentalitas adalah segalanya,” ujar Coach Bima Sakti usai laga.
Drama Sang Mantan: Reuni Panas Fabiano Beltrame
Sorotan utama tertuju pada Fabiano Beltrame. Mantan ikon Persela yang kini berkostum Laskar Antasari ini harus merasakan atmosfer Surajaya yang berbeda. Tensi tinggi laga ini memuncak saat duel-duel keras terjadi di area pertahanan.
Berdasarkan laporan pertandingan, ketegangan yang meningkat di babak kedua membuat wasit harus mengeluarkan kartu merah (diduga untuk sang mantan ikon sesuai narasi berkembang), yang praktis merubah dinamika permainan. Barito yang unggul kualitas pemain pun dipaksa bertahan total di sisa waktu.
Peluang Emas yang Terbuang: Jhon Mena vs Lini Belakang Barito
Persela sebenarnya punya segudang peluang untuk mengunci kemenangan:
- Menit ke-10: Jhon Mena hampir mencatatkan nama di papan skor setelah menerima umpan cut back manis dari Adam Malik. Sayang, sepakannya masih menyamping tipis.
- Serangan Balik Barito: Alexsandro dan Aimar sempat mengancam lewat skema counter attack cepat, namun ketangguhan lini belakang Persela yang digalang skuad muda tampil sangat disiplin.
Rangkuman Pertandingan: Persela Lamongan vs Barito Putera
| Aspek Pertandingan | Catatan Jalannya Laga |
| Skor Akhir | 0 – 0 |
| Pemain Kunci Persela | Hendro Siswanto, Jhon Mena, Arya Gerryan |
| Pemain Bintang Barito | Fabiano Beltrame, Bayu Pradana, Alexsandro |
| Taktik Persela | High Pressing & Disiplin Defensif |
| Taktik Barito | Counter Attack Cepat & High Line Defense |
Kesimpulan: Kemenangan Moral bagi Laskar Joko Tingkir
Hasil imbang ini terasa seperti kemenangan bagi Persela. Dengan keterbatasan skuad dibandingkan awal musim, mampu menahan tim sekelas Barito Putera adalah bukti bahwa tangan dingin Bima Sakti mulai bekerja. Di sisi lain, Barito harus pulang dengan tumpukan PR besar setelah gagal menembus tembok pertahanan Lamongan yang rapat. (rm)



