RONGGOHADI, LAMONGAN — Kabar gembira bagi para pejuang aspal di seluruh pelosok Bumi Wali! Setelah meresmikan kemulusan jalur Made–Plembon pada Jumat pagi (9/1/2026), Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan sinyal kuat: Program JAMULA (Jalan Mulus dan Alus Lamongan) Mantap tidak akan berhenti di sini.
Di bawah komando Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, megaproyek infrastruktur ini dipastikan tetap menjadi prioritas utama di tahun 2026. Targetnya jelas: memastikan setiap sudut Lamongan terkoneksi dengan jalan berkualitas “Mantap”!
Rapor Hijau Pembangunan Jalan 2025: Capaian yang “Megilan”!
Tahun 2025 menjadi saksi bisu betapa masifnya perbaikan infrastruktur di Lamongan. Kepala Dinas Bina Marga Lamongan, Andhy Kurniawan, memaparkan data yang membanggakan mengenai progres Jamula yang telah menyentuh puluhan ruas jalan strategis.
Ringkasan Proyek Jalan Selama 2025:
| Jenis Pekerjaan | Jumlah Ruas | Total Panjang |
| Peningkatan Jalan (APBD) | 20 Ruas | 14,47 KM |
| Pembangunan (Okt–Des) | 18 Ruas | 16,68 KM |
| Pemeliharaan Berkala | 21 Ruas | 32,18 KM |
| Pemeliharaan Rutin | 48 Ruas | 24,70 KM |
“Total sejak 2021 hingga 2025, kita sudah membangun 211 ruas jalan atau sepanjang 154,958 kilometer. Ini adalah komitmen berkelanjutan untuk masyarakat,” terang Andhy Kurniawan.
Menuju Standar “Mantap”: 64% Jalan Lamongan Sudah Kinclong!
Hingga tutup tahun 2025, wajah infrastruktur Lamongan telah bertransformasi signifikan. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 667 KM, sebanyak 432,297 KM atau sekitar 64,79% kini sudah dalam kondisi MANTAP.
Artinya, lebih dari separuh jalanan di Lamongan sudah siap menyambut mobilitas tinggi, mulai dari kendaraan pengangkut hasil tani hingga bus pariwisata dan Trans Jatim.
Mengapa Jamula Jadi Prioritas di 2026?
Pemerintah Kabupaten Lamongan memahami betul bahwa jalan bukan sekadar aspal, melainkan urat nadi ekonomi. Dengan jalan yang mulus, ada tiga dampak domino yang diharapkan:
- Ekonomi Bergerak Cepat: Distribusi barang dan hasil panen dari desa ke kota jadi lebih hemat waktu dan biaya.
- Kenyamanan Mobilitas: Warga tak lagi perlu khawatir dengan “jebakan batman” atau jalan berlubang saat berangkat kerja atau sekolah.
- Investasi Masuk: Infrastruktur yang mumpuni menjadi daya tarik bagi investor untuk membuka usaha di Lamongan.
Harapan di Tahun 2026
Melanjutkan sukses 38 ruas jalan di 2025, Pemkab Lamongan sudah menyiapkan daftar “belanja” infrastruktur untuk 2026. Fokusnya tetap pada penyelesaian ruas-ruas penghubung antar kecamatan yang belum tersentuh maksimal serta menjaga kualitas jalan yang sudah dibangun melalui pemeliharaan rutin yang ketat. (rm)



