Sunday, May 10, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

5 Ton Beras Korpri Meluncur ke Deket, Pemkab Lamongan Siapkan “Senjata Pamungkas” KRB Bengawan Jero!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan aksi nyata yang tak hanya fokus pada perut yang lapar, tapi juga pada solusi masa depan. Pada Senin (19/1/2026), Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, turun langsung ke Kecamatan Deket untuk menyalurkan 5 ton beras bagi warga yang sedang berjibaku dengan luapan Bengawan Jero.

Namun, ada hal yang lebih besar dari sekadar pembagian beras. Pemkab Lamongan secara resmi mengumumkan dimulainya penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB). Ini adalah langkah intelektual dan teknis yang akan menjadi “senjata pamungkas” untuk mengakhiri siklus banjir tahunan di wilayah tersebut.

 Logistik Aman: Sinergi Korpri hingga Mahasiswa

Bantuan 5 ton beras ini merupakan sumbangsih dari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Lamongan sebagai wujud empati para ASN terhadap masyarakat. Camat Deket, Suwanto Sastrodiharjo, melaporkan bahwa distribusi kini difokuskan pada lima desa terdampak, termasuk Desa Laladan yang ketinggian airnya masih mencapai 45 sentimeter.

 “Distribusi kami kawal per desa agar presisi dan tidak ada warga yang terlewat. Dukungan juga mengalir dari Kodim 0812, kepolisian, hingga adik-adik mahasiswa. Stok logistik saat ini sangat mencukupi,” tegas Suwanto.

 Strategi “Dua Jalur” Lawan Banjir: Jangka Pendek & Panjang

Pemkab Lamongan tidak ingin terjebak dalam penanganan yang bersifat “pemadam kebakaran”. Wabup Dirham Akbar Aksara menjelaskan strategi komprehensif yang sedang berjalan:

1. Operasi Militer/Teknis (Jangka Pendek):

  • Pintu Kuro Non-Stop: Operasional pompa di Pintu Kuro diperpanjang drastis sejak akhir Desember, bekerja keras menyedot air dari pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.
  • Modifikasi Cuaca (OMC): Teknologi dikerahkan untuk “menggeser” awan hujan agar intensitas di wilayah Bengawan Jero berkurang.

2. KRB – The Master Plan (Jangka Panjang):

Inilah yang menjadi pembeda. Kajian Risiko Bencana (KRB) akan menghasilkan dokumen dan peta risiko yang akurat.

  • Fungsi: Sebagai panduan pembangunan infrastruktur yang aman dari banjir.
  • Target: Meningkatkan kesiapsiagaan daerah dan memastikan setiap rupiah pembangunan tepat sasaran untuk memitigasi bencana.

Update Situasi Banjir Kecamatan Deket

IndikatorData Terkini
Jumlah Desa Terdampak5 Desa
Ketinggian Air Tertinggi± 45 CM (Desa Laladan)
Bantuan Beras5 Ton (Dari Korpri Lamongan)
Status Pompa KuroAktif 13 Jam/Hari
Langkah MitigasiOperasi Modifikasi Cuaca (OMC)

 Analisis Penulis: Harapan Baru dari Meja Kajian

Hadirnya KRB adalah bukti bahwa Lamongan mulai bergeser ke arah manajemen bencana berbasis data. Aspirasi para kepala desa yang menginginkan solusi permanen kini ditampung dalam sebuah sistem perencanaan yang serius. Penyaluran beras adalah bentuk kemanusiaan, namun KRB adalah bentuk komitmen untuk kedaulatan warga dari ancaman banjir. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles