RONGGOHADI, LAMONGAN — Suasana sore yang tenang di kawasan wisata Taman Mahoni, Desa Kendal, mendadak pecah oleh teriakan minta tolong yang menyayat hati. Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, keceriaan dua remaja yang sedang asyik berenang di aliran legendaris Bengawan Solo berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap mata.
Dua anak baru gede (ABG) dilaporkan terseret arus kuat sungai. Beruntung, satu nyawa berhasil diselamatkan dari maut, namun satu lainnya—remaja berinisial MNB (13)—hingga kini masih dalam dekapan arus sungai dan belum ditemukan.
Aksi Heroik Penjual Es: Saksi Bisu Penyelamatan Nyawa
Kejadian ini pertama kali disadari oleh seorang penjual es yang tengah mangkal di sekitar area Taman Mahoni, dekat dengan ikon Babat Barrage (Bendung Gerak Babat). Mendengar jeritan minta tolong yang histeris dari arah sungai, sang penjual es langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.
Dalam aksi penyelamatan yang berlangsung dramatis, warga berhasil meraih salah satu teman korban dan menariknya ke daratan. Sayangnya, MNB yang juga warga asli Desa Kendal, lebih dulu terbawa arus yang sangat kencang dan menghilang di balik keruhnya air Bengawan Solo.
Operasi Water Rescue: Berpacu dengan Waktu dan Gelapnya Malam
Mendapat laporan darurat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamongan langsung menerjunkan tim water rescue ke lokasi kejadian. Tak sendirian, personel dari Muspika Sekaran, Pemdes Kendal, hingga Senkom Rescue Lamongan bahu-membahu menyisir tepian sungai.
Data Operasi Pencarian (H-1):
| Detail Pencarian | Informasi Terkini |
| Lokasi Kejadian | Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal, Sekaran |
| Waktu Kejadian | Selasa, 3 Februari 2026 |
| Identitas Korban Hilang | MNB (13 Tahun), Warga Desa Kendal |
| Tim yang Terlibat | BPBD, Senkom Rescue, Muspika, Warga |
| Alat Utama | Perahu Karet & Peralatan Water Rescue |
| Status Pencarian | Dihentikan Sementara (Lanjut Rabu Pagi) |
“Kami sudah berupaya sekuat tenaga dengan melakukan penyisiran menggunakan peralatan water rescue. Namun karena kondisi sudah gelap, pencarian malam ini dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi (Rabu),” ujar Plt. Kalaksa BPBD Lamongan, Moch Naim.
Pipin, Koordinator Senkom Rescue Lamongan, menambahkan bahwa timnya tetap siaga di lokasi untuk memantau situasi. Pihak keluarga korban dan warga setempat tampak masih bertahan di sekitar lokasi kejadian, memanjatkan doa agar MNB segera ditemukan dalam kondisi apapun.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan remaja di Lamongan untuk selalu waspada terhadap arus Bengawan Solo, terutama saat musim hujan di mana debit air seringkali meningkat secara mendadak dan mematikan. (rm)



