Thursday, May 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dua Hari Menghilang, Remaja Sekaran Lamongan Ditemukan Tak Bernyawa di Dekat Pintu Air Babat Barrage.

RONGGOHADI, LAMONGAN — Setelah 48 jam yang penuh ketegangan dan doa, pencarian terhadap MN (13), remaja yang hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo, akhirnya mencapai titik akhir. Harapan keluarga untuk melihat sang buah hati pulang dalam keadaan selamat harus pupus setelah tim gabungan menemukan raga MN yang sudah tak bernyawa pada Rabu sore (4/2/2026).

Remaja asal Desa Kendal, Kecamatan Sekaran ini sebelumnya dilaporkan hilang ditelan arus saat tengah asyik berenang di kawasan Babakan Taman Mahoni pada Selasa sore. Diduga karena kelelahan melawan arus sungai yang sedang ganas, teriakan minta tolongnya menjadi suara terakhir yang didengar oleh seorang penjual es di lokasi kejadian.

 Operasi Besar-Besaran: Sinergi di Tengah Arus Deras

Pencarian hari kedua tidaklah mudah. Cuaca ekstrem dan arus sungai yang meluap sempat menjadi penghalang besar. Namun, sinergi antara Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan tidak surut. Di bawah komando Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi dan Kasat Polair AKP Guntur, tiga unit perahu karet dikerahkan untuk menyisir setiap sudut sungai.

Kronologi Penemuan Korban:

Waktu KejadianDetail Peristiwa
Selasa (3/2) SoreKorban dilaporkan tenggelam saat berenang di Taman Mahoni.
Selasa MalamPencarian hari pertama dihentikan karena cuaca buruk & arus deras.
Rabu (4/2) PagiOperasi gabungan dilanjutkan (Polri, Basarnas, BPBD, Satpolairud).
Rabu (4/2) 17.20 WIBKorban ditemukan mengapung di dekat Pintu Air Babat Barrage.
Jarak Penemuan± 300 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang.

 Peringatan Keras: Bengawan Solo Bukan Tempat Bermain Saat Cuaca Ekstrem

Kematian MN menjadi alarm keras bagi seluruh warga Lamongan, terutama bagi para orang tua. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, memberikan imbauan mendalam agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

 “Kami meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Kondisi cuaca ekstrem membuat perairan terbuka seperti Bengawan Solo menjadi sangat berbahaya. Jangan biarkan aktivitas di sungai dilakukan tanpa pengawasan orang dewasa,” tegas Ipda Hamzaid.

Saat ini, jenazah MN telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Kendal untuk prosesi pemakaman. Suasana duka pun menyelimuti rumah duka, mengiringi kepergian remaja yang dikenal ceria tersebut.

Tragedi ini mengingatkan kita bahwa alam memiliki kekuatannya sendiri yang tak bisa diremehkan. Bengawan Solo, yang mengalir tenang di permukaan, menyimpan arus bawah yang mematikan di musim penghujan. Mari jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk lebih peduli pada keselamatan orang-orang tercinta di sekitar kita. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles