Monday, September 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Buntut Tragedi Berdarah di Perbatasan, Polres Lamongan Resmi Larang Sound System Patrol: Stop Gaya-Gayaan Sebelum Kena Ciduk!

RONGGOHADI, LAMONGAN – Seharusnya suara patrol sahur membawa kedamaian, tapi yang terjadi di perbatasan Lamongan-Gresik justru bikin bulu kuduk merinding. Berawal dari aksi saling ejek dan lempar “bom air”, suasana berubah jadi mencekam hingga berujung pada aksi pembacokan.

Buntut dari insiden berdarah di Panceng, Gresik, yang melibatkan warga Paciran, Polres Lamongan resmi mengambil tindakan tegas: Dilarang keras menggunakan sound system dalam kegiatan patroli sahur!

 Kronologi Kelam: Dari Ejekan Berujung Parang

Mari kita bedah kenapa aturan ini muncul. Jumat (27/2/2026) dini hari, sebuah “perang” kecil antar pemuda pecah di Desa Campurejo, Panceng. Awalnya cuma lempar-lemparan plastik air dan saling ejek. Namun, emosi yang tersulut membuat seorang pria berinisial S (45), warga Paciran, gelap mata.

Ia muncul membawa parang dan menyerang dua pemuda:

  • WAP (24): Luka serius dan harus dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik.
  • MRM (25): Menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Hanya dalam hitungan jam, Unit Resmob Polres Gresik dan Lamongan berhasil meringkus pelaku di wilayah Paciran. Namun, luka sosialnya sudah terlanjur membekas.

 Rakor Cooling System: “Sound Horeg” Resmi Masuk Kotak!

Sabtu (28/2/2026), jajaran elit Polres Lamongan berkumpul di Desa Weru, Paciran. Kabagops Polres Lamongan, Kompol Budi Santoso, menegaskan bahwa tradisi yang mengganggu keamanan harus dievaluasi total.

Aturan Baru Patrol Sahur Lamongan 1447 H:

Hal yang Dilarang/DiaturKeterangan Tegas
Sound System (Speaker Aktif)DILARANG TOTAL untuk patrol sahur.
Senjata Tajam (Sajam)Bawa Sajam = Tindakan Tegas & Proses Hukum!
Lokasi PatroliTidak boleh memancing keributan antar desa.
SanksiPenyitaan alat hingga penahanan jika ada indikasi pidana.

 “Menjaga kamtibmas itu tanggung jawab bersama. Kalau tradisinya malah bikin orang saling bacok, ya harus dihilangkan! Lakukan kegiatan yang positif saja di bulan suci ini,” tegas Kompol Budi Santoso.

 Pasukan 90 Personel “Bersih-Bersih” Jalur Deandles

Tak cuma sekadar imbauan di atas kertas, tepat pukul 01.00 WIB, jajaran Polres Lamongan mengerahkan satu SSK (90 personel gabungan) untuk menyisir sepanjang Jalan Raya Deandles.

Perbatasan Tlogosadang (Lamongan) – Banyutengah (Gresik) kini dijaga ketat. Siapa pun pemuda yang nongkrong mencurigakan bakal diperiksa habis-habisan. Kapolsek Paciran, AKP Erni Sugihastuti, juga sudah menginstruksikan para kepala desa untuk memastikan warganya “adem” dan tidak terpancing provokasi. Kita semua paham, patrol itu asyik. Tapi kalau sudah pakai sound system raksasa yang bikin kaca rumah warga bergetar (sound horeg) dan malah jadi ajang pamer kekuatan antar geng desa, esensi ibadahnya di mana? Langkah Polres Lamongan ini adalah “pahit yang menyembuhkan”. Lebih baik sahur tanpa musik kencang daripada sahur di dalam sel penjara atau di bangsal rumah sakit. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles