Tuesday, July 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

GAS POL TAPI IRIT! Bupati Lamongan “Reset” Semangat ASN Lamongan: Pasca Lebaran Wajib Efisiensi Total, Gak Perlu Tunggu Aturan WFA!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Aroma ketupat mungkin masih terbayang, tapi lonceng kantor sudah berbunyi nyaring. Rabu (25/3/2026) pagi, halaman Kantor Pemkab Lamongan mendadak ramai dalam suasana Halal Bihalal yang penuh hangat. Namun, di balik jabat tangan dan maaf-maafan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membawa “oleh-oleh” visi yang serius untuk seluruh ASN di Bumi Wali.

Pesannya jelas: Libur sudah usai, saatnya kembali melayani dengan mode “Smart & Efficient”. Bupati Lamongan meminta seluruh aparatur negara tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban absen, tapi mulai mengadopsi gaya kerja hemat energi dan efisiensi tinggi.

 Visi 2026: Menghadapi Krisis Energi dengan Gaya Kerja Cerdas

Dunia sedang tidak baik-baik saja soal energi, dan Bupati Lamongan ingin Lamongan selangkah lebih maju dalam mengantisipasinya. Efisiensi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan pokok dalam birokrasi.

Poin Utama Arahan Bupati Lamongan (25/3/2026):

Aspek KerjaArahan Baru Bupati Lamongan
Pola PikirEfisiensi harus jadi napas pekerjaan sehari-hari, bukan program musiman.
OperasionalPenghematan energi (listrik, BBM, ATK) di setiap sudut kantor dinas.
AdaptasiResponsif terhadap dinamika global yang makin kompleks.
OutputKinerja tetap optimal meski menggunakan sumber daya yang terbatas.

 “Ke depan banyak tantangan baru yang belum pernah kita temui sebelumnya. Semangat efisiensi dan hemat energi ini bukan cuma soal anggaran, tapi soal mentalitas kerja adaptif agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif tanpa pemborosan,” tegas Bupati Lamongan di hadapan ratusan ASN.

 Klarifikasi WFA: Gak Ada WFA Bukan Berarti Gak Inovatif!

Menanggapi isu Work From Anywhere (WFA) yang sempat ramai diperbincangkan pasca libur panjang, Bupati Lamongan memberikan jawaban tegas. Hingga saat ini, belum ada surat edaran resmi terkait penerapan WFA di lingkungan Pemkab Lamongan.

Namun, Bupati Lamongan memberikan “catatan kaki” yang menarik: Inti dari WFA adalah efisiensi. Jadi, meskipun ASN tetap wajib ngantor secara fisik, semangat kerja ringkas, cepat, dan hemat sumber daya harus tetap dijalankan layaknya pola kerja modern.

Langkah Bupati Lamongan menggaungkan efisiensi di hari pertama kerja adalah sebuah power move. Beliau ingin memutus rantai “lemes pasca libur” dengan memberikan urgensi tentang isu global (krisis energi). Ini bukan sekadar menyuruh ASN mematikan lampu saat pulang kantor, tapi mengajak birokrasi bertransformasi menjadi Lean Government—pemerintahan yang ramping, lincah, dan minim pemborosan. Jika ini konsisten dijalankan, Lamongan bisa jadi role model kabupaten paling adaptif di Jawa Timur tahun ini. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles