LAMONGAN – Budaya dan kesenian merupakan cerminan jati diri sebuah bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Hal tersebut disampaikan Yayuk Siti Rahayu, Pengurus Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Kabupaten Lamongan, saat mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya bangsa, saat dihubungi melalui sambungan telfon, Jumat (05/06/2026).
Menurut Yayuk, membicarakan kesenian tidak hanya tentang hiburan semata, melainkan juga membahas filosofi kehidupan yang mengandung nilai keselarasan, ketenangan, kebersamaan, dan gotong royong. Ia mencontohkan gamelan yang bukan sekadar alat musik, tetapi juga simbol harmoni jiwa. Begitu pula wayang yang tidak hanya menjadi pertunjukan cerita, melainkan cermin kehidupan yang sarat pesan moral dari para leluhur.
“Kesenian Jawa adalah warisan mahakarya yang menitipkan banyak pesan kehidupan kepada kita. Di dalamnya ada tata krama, cara berbicara yang santun, tata cara pergaulan, hingga nilai-nilai kehidupan yang sangat luhur,” ujar Yayuk.
Ia menjelaskan, di dalam Permadani terdapat berbagai pembelajaran budaya Jawa, mulai dari bahasa dan sastra Jawa, tata krama atau unggah-ungguh, hingga seni sekar gending bagi mereka yang memiliki bakat di bidang olah vokal tradisional. Menurutnya, pembelajaran tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepekaan sosial dan mampu menjaga kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Yayuk menambahkan, bahasa Jawa mengajarkan penghormatan kepada sesama melalui tingkatan bahasa yang digunakan sesuai dengan lawan bicara. Melalui pembelajaran tersebut, seseorang diajarkan untuk memahami bagaimana bertutur kata kepada orang yang lebih tua, sebaya, maupun yang lebih muda.
“Di Permadani kami mengajarkan bagaimana membedakan penggunaan bahasa untuk diri sendiri, untuk orang tua, maupun untuk masyarakat secara umum. Ini penting agar generasi muda memahami etika berbahasa dan tidak kehilangan identitas budayanya,” jelasnya.
Ia menilai, saat ini banyak anak muda yang mulai kurang memahami penggunaan bahasa Jawa yang tepat. Karena itu, keberadaan organisasi budaya seperti Permadani menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan kembali nilai-nilai luhur budaya Jawa kepada masyarakat.
Melalui kesempatan tersebut, Yayuk juga mengajak para pemuda dan pemudi, khususnya di Jawa Timur, untuk bersama-sama membudayakan adat dan budaya bangsa sebagai simbol yang mampu mengangkat harkat dan martabat Indonesia di masa depan.
“Mari kita junjung budaya kita, kita junjung etika kejawaan kita. Sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan adat dan budaya, sudah seharusnya kita menjadikan budaya sebagai tuntunan dalam kehidupan dan masa depan generasi penerus,” pungkasnya.
Permadani sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya nasional dan memiliki anggota di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Melalui berbagai kegiatan budaya dan pendidikan karakter, organisasi ini berupaya menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya luhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (zay)



