Lamongan – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Lamongan kembali membuka Kursus dan Pelatihan Angkatan ke-15 yang digelar di Aula Sabha Wiyata SMP Negeri 1 Modo, Minggu (14/6/2026).
Kepala Diklat Pranata Adicara dan Pamedhar Sabda Permadani Kabupaten Lamongan, Imam Sujadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Jawa yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, melestarikan budaya merupakan bentuk tanggung jawab bersama sebagai bangsa yang besar dan beradab.
“Saya melaksanakan tugas ini sebagai panggilan jiwa. Ngeluri Budaya Jawi merupakan langkah yang tepat, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan budayanya,” ujarnya.
Imam menjelaskan, program pendidikan dan pelatihan tersebut akan berlangsung selama satu semester atau enam bulan. Selain pembelajaran rutin, peserta juga akan mendapatkan kegiatan tambahan berupa pengayaan dan pemantapan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan individu masing-masing.
Pada tahun 2026 ini, jumlah peserta yang mengikuti diklat mencapai sekitar 45 orang dan masih berpotensi bertambah. Sebagian calon peserta lainnya belum dapat bergabung karena berbagai kendala dan kesibukan masing-masing.
Ia mengaku bangga karena Permadani kembali mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan pelatihan budaya yang diharapkan mampu melahirkan mitra-mitra baru dalam upaya pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Lamongan.
“Kami berharap semakin banyak mitra kerja yang ikut melestarikan budaya, sehingga seni dan budaya Indonesia, khususnya di Lamongan, semakin berkualitas dan tetap lestari,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan berbagai materi, di antaranya Renggeping Wicoro atau keterampilan berbicara dan berekspresi secara lisan, Bahasa dan Sastra Jawa, pengetahuan tentang keris, adat istiadat, tata krama, serta berbagai wawasan seni dan budaya Jawa lainnya.
Melalui kegiatan ini, Permadani Lamongan berharap generasi muda semakin mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia yang kaya akan warisan budaya. (Zay)



