RONGGOHADI, LAMONGAN — Ada yang beda dengan akhir pekan warga Lamongan kali ini. Sabtu (20/6/2026), banyak masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di bawah temaram lilin atau sekadar menunggu lampu menyala kembali. Ya, pemadaman listrik bergilir mendadak melanda sejumlah kecamatan, membuat warga bertanya-tanya: “Ada apa dengan PLN?”
Mulai dari Kecamatan Tikung, Deket, Sarirejo, hingga Kembangbahu, satu per satu desa “dipaksa” masuk dalam daftar manajemen beban. Listrik yang harusnya menemani produktivitas warga di hari Sabtu, justru mendadak off total sejak pagi, siang, bahkan hingga sore hari.
Bukan Karena Nunggak, Ini Dalih PLN!
Jangan panik dulu, Lur! PLN bukannya sengaja ingin “ngerjain” pelanggan. Manager PT PLN (Persero) ULP Lamongan, Selamet, menegaskan bahwa ini adalah kebijakan seragam yang berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur. Penyebab utamanya bukan masalah lokal, melainkan gangguan teknis skala besar.
Secara nasional, pihak PLN pusat melalui Executive Vice President Komunikasi Korporat, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa ada dua unit pembangkit besar yang saat ini sedang “sakit” alias tidak bisa beroperasi sementara waktu.
Mengapa Harus Ada Pemadaman?
- Penurunan Kapasitas: Gangguan pada dua pembangkit menyebabkan suplai listrik ke sistem Jawa tidak maksimal.
- Manajemen Beban: Agar sistem tidak kolaps total, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban (pemadaman bergilir) secara terbatas dan terukur.
- Keseimbangan Sistem: Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan pasokan di tengah defisit daya.
Kapan Lampu Bakal Nyala Lagi?
PLN menjanjikan bahwa kondisi ini hanya bersifat sementara. Saat ini, tim teknis sedang berjibaku melakukan percepatan pemulihan agar pembangkit yang “tumbang” bisa kembali sehat.
“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami terus mengupayakan pemulihan operasi dan normalisasi pasokan listrik secara bertahap. Segera setelah pasokan sistem membaik, manajemen beban ini akan dihentikan,” ujar Gregorius dalam rilis resminya.
Kejadian pemadaman ini jadi pengingat bagi kita semua, betapa vitalnya peran listrik dalam hidup modern. Saat lampu padam, baru kita sadar kalau charger HP, WiFi, hingga kulkas adalah napas kehidupan rumah tangga.
Meski PLN sudah menjanjikan normalisasi, tak ada salahnya kita tetap bersiap. Untuk warga Lamongan yang terdampak, manfaatkan waktu padam ini untuk digital detox sejenak, berbincang dengan keluarga, atau sekadar menikmati sore tanpa distraksi gadget. Semoga tim teknis PLN segera menemukan titik terang agar aliran listrik di Lamongan kembali lancar seperti sedia kala. (rm)



