Ronggohadi, Lamongan – Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (12/7/2026) petang. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat melahap deretan stan pedagang hingga memicu kepanikan warga dan pengunjung pasar.
Sedikitnya 10 stan pedagang dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Material dagangan yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya, sehingga petugas harus berpacu dengan waktu agar api tidak merembet lebih luas.
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang melanda kawasan perdagangan di Lamongan dalam beberapa waktu terakhir.
Diduga Berawal dari Toko Plastik
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu toko plastik milik pedagang bernama Antok.
Percikan api diduga langsung menyambar tumpukan styrofoam dan berbagai material berbahan plastik yang mudah terbakar. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menguasai beberapa stan di sekitarnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) Damkar Babat, Agus Supriadi, mengatakan petugas masih melakukan pendataan terhadap seluruh kios yang terdampak.
“Sedikitnya 10 stan telah terdampak kebakaran. Stan yang terbakar di antaranya toko plastik, toko perlengkapan ikan asin, serta sejumlah stan lainnya. Namun, jenis usaha yang terdampak masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Delapan Armada Damkar Dikerahkan
Melihat besarnya kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan langsung mengerahkan kekuatan penuh.
Tak hanya armada dari Mako Induk Lamongan, petugas dari Korwil Babat, Paciran, hingga Ngimbang turut diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman.
Total sekitar delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan guna mencegah api meluas ke area pertokoan lainnya.
“Kami mengerahkan sekitar delapan armada dari seluruh Mako agar api segera dapat dikendalikan. Kami berharap proses pemadaman berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Agus.
Petugas berjibaku memadamkan api sambil melakukan pembasahan pada bangunan yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pedagang Berusaha Selamatkan Barang Dagangan
Di tengah kobaran api, sejumlah pedagang tampak berusaha menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dievakuasi. Namun cepatnya penyebaran api membuat sebagian besar pemilik kios hanya bisa menyaksikan usahanya dilalap si jago merah.
Suasana di sekitar pasar sempat dipenuhi warga yang berdatangan untuk membantu sekaligus menyaksikan proses pemadaman.
Kerugian Masih Didata, Penyebab Masih Diselidiki
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan karena petugas baru akan melakukan identifikasi setelah lokasi benar-benar aman.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, khususnya di kawasan pasar yang dipenuhi barang-barang mudah terbakar seperti plastik, styrofoam, dan bahan kemasan lainnya. (rm)



