Ronggohadi, Lamongan – Kabar baik bagi dunia usaha dan para pencari kerja di Kabupaten Lamongan. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan mulai mengajak perusahaan membuka pintu lebih lebar bagi talenta muda melalui Program Magang Hub 2026, sebuah program nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan yang tidak hanya menawarkan pengalaman kerja, tetapi juga peluang besar untuk direkrut menjadi karyawan tetap.
Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjembatani kebutuhan industri dengan lulusan baru yang siap memasuki dunia kerja. Saat ini, proses yang sedang berjalan adalah pendaftaran perusahaan sebagai mitra penyelenggara magang, yang dibuka hingga 15 Juli 2026.
Disnaker Lamongan Buka Peluang Kolaborasi dengan Dunia Industri
Kepala Disnaker Lamongan, Moch. Zamroni, mengatakan pihaknya terus mendorong perusahaan-perusahaan di Lamongan untuk ikut ambil bagian dalam Program Magang Hub 2026 agar semakin banyak peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat.
“Program Magang Hub 2026 masih dalam proses pendaftaran perusahaan yang siap menjadi tempat magang karena baru kembali dibuka,” ujar Zamroni.
Menurutnya, Disnaker tidak hanya bertugas sebagai penghubung antara perusahaan dan pencari kerja, tetapi juga memastikan kebutuhan industri dapat dipenuhi melalui proses seleksi peserta yang tepat.
Magang Bukan Sekadar Belajar, Tapi Jalan Menuju Karier
Berbeda dengan program magang pada umumnya, Magang Hub 2026 menawarkan berbagai keuntungan yang membuat program ini semakin diminati.
Peserta yang lolos seleksi akan menjalani magang selama enam bulan di perusahaan mitra dengan berbagai fasilitas, di antaranya:
- Uang saku sesuai ketentuan Upah Minimum (UMR/UMK).
- Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
- Sertifikat resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan.
- Kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP.
- Pendampingan langsung dari mentor profesional.
- Peluang besar direkrut sebagai karyawan setelah program selesai.
“Harapannya, setelah menyelesaikan magang, peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga peluang direkrut menjadi karyawan akan semakin besar,” jelas Zamroni.
Tahun Lalu Lamongan Sudah Berhasil, Tahun Ini Target Lebih Besar
Pada pelaksanaan Program Magang Hub 2025, Kabupaten Lamongan telah menggandeng tiga perusahaan sebagai mitra penyelenggara, yaitu:
- PT Dok Pantai Lamongan (4 peserta)
- PT Dowa ECO (4 peserta)
- PT Alamindo (16 peserta)
Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Lamongan untuk memperluas jaringan perusahaan pada penyelenggaraan tahun 2026.
Disnaker optimistis semakin banyak perusahaan yang bersedia membuka kesempatan magang sehingga lebih banyak lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sebelum benar-benar terjun ke dunia industri.
Target Nasional 150 Ribu Peserta
Secara nasional, Program Magang Hub 2026 menargetkan 150.000 peserta yang akan dibagi dalam tiga batch pelaksanaan.
Program ini diperuntukkan bagi lulusan Diploma III (D3) dan Sarjana (S1) dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kemendikbudristek dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.
Sementara itu, hingga saat ini lebih dari 850 perusahaan dari berbagai sektor telah bergabung sebagai penyelenggara, mulai dari BUMN, perusahaan multinasional, hingga startup.
Pendaftaran perusahaan berlangsung 29 Juni–15 Juli 2026, sedangkan pendaftaran peserta akan dibuka pada 15–28 Juli 2026.
Langkah Nyata Menekan Pengangguran Terdidik
Program Magang Hub dinilai menjadi salah satu solusi konkret untuk mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Melalui pengalaman kerja nyata, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga budaya kerja profesional yang selama ini menjadi salah satu syarat utama perusahaan dalam merekrut tenaga kerja baru.
Bagi Lamongan yang terus berkembang sebagai kawasan industri dan investasi di Jawa Timur, semakin banyaknya perusahaan yang bergabung dalam Program Magang Hub diharapkan mampu mempercepat lahirnya tenaga kerja muda yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di dunia industri. (rm)



