Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Harga Daging Naik, Tapi Lamongan Masih Punya 108 Ribu Ekor Sapi. Di Mana Letak Masalahnya?

RONGGOHADI, LAMONGAN – Lonjakan harga daging sapi yang memicu aksi mogok pedagang di sejumlah pasar tradisional Lamongan beberapa hari terakhir ternyata bukan disebabkan karena populasi sapi di daerah ini menurun drastis.

Faktanya, Kabupaten Lamongan masih memiliki sekitar 108 ribu ekor sapi. Angka tersebut menempatkan Lamongan sebagai salah satu daerah dengan populasi ternak sapi yang besar di Jawa Timur.

Lalu mengapa harga daging sapi tetap melonjak hingga membuat pedagang memilih menutup lapaknya selama tiga hari?

Jawabannya ternyata terletak pada ketersediaan sapi siap potong, bukan pada jumlah populasi ternaknya.

Bukan Kehabisan Sapi, Tetapi Stok Sapi Dewasa Menipis

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menyamakan jumlah populasi sapi dengan stok sapi yang siap dipotong.

Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.

Menurutnya, sebagian besar sapi yang saat ini berada di kandang peternak masih berupa sapi muda yang belum memenuhi usia potong, sementara sapi betina produktif sengaja dipertahankan sebagai indukan untuk menjaga keberlangsungan populasi ternak.

“Populasi sapi kita memang sekitar 108 ribu ekor, tetapi yang terbatas saat ini adalah sapi jantan dewasa yang siap dipotong,” jelas Shofiah.

Efek Iduladha, Lebih dari 10 Ribu Ekor Sapi Keluar dari Lamongan

Menipisnya stok sapi siap potong tidak terjadi begitu saja.

Momentum Iduladha 2026 menjadi salah satu penyebab utama.

Data Dinas Peternakan mencatat sebanyak 5.678 ekor sapi dipotong untuk kebutuhan kurban di Lamongan.

Tak hanya itu, sekitar 5.000 ekor sapi lainnya dibeli oleh daerah lain, sehingga total lebih dari 10 ribu ekor sapi dewasa keluar dari peredaran dalam waktu yang hampir bersamaan.

Akibatnya, stok sapi siap potong yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal ikut berkurang secara signifikan.

Saat ini, jumlah sapi dewasa yang benar-benar siap dipotong di Lamongan tercatat tinggal sekitar 16.109 ekor.

Harga Naik Karena Hukum Pasar Bekerja

Menurut Shofiah, kenaikan harga daging sapi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar.

Permintaan masyarakat tetap tinggi, sementara jumlah sapi siap potong berkurang.

Kondisi tersebut otomatis mendorong harga sapi hidup naik di tingkat peternak maupun jagal, yang akhirnya berdampak pada harga daging di pasar tradisional.

“Kalau permintaan lebih besar daripada stok sapi siap potong yang tersedia, tentu harga akan ikut naik. Ini memang hukum pasar,” ujarnya.

Penjelasan ini sekaligus membantah anggapan bahwa kenaikan harga terjadi karena populasi sapi Lamongan habis.

Peternak Mulai Isi Kandang Lagi

Kabar baiknya, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.

Usai musim kurban, para peternak mulai kembali membeli sapi bakalan untuk mengisi kandang.

Siklus ini hampir selalu terjadi setiap tahun setelah Iduladha, ketika sebagian besar ternak dewasa telah terjual.

Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, jumlah sapi di kandang diperkirakan akan kembali meningkat sehingga pasokan sapi siap potong berangsur pulih.

Program Inseminasi Buatan Jadi Andalan

Untuk menjaga keberlanjutan populasi sapi, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat program inseminasi buatan (IB).

Sepanjang tahun 2026 saja, program tersebut telah menghasilkan sekitar 8.300 kelahiran pedet yang nantinya akan menjadi tambahan populasi ternak beberapa tahun mendatang.

Selain itu, kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai terkendali membuat peternak kembali percaya diri membeli sapi bakalan.

“Peternak sekarang sudah mulai berani membeli sapi lagi karena PMK sudah mereda. Kami optimistis populasi sapi akan terus bertambah sehingga kebutuhan pasar kembali terpenuhi,” tutur Shofiah.

Harapan Harga Daging Segera Stabil

Di tengah keluhan pedagang, pelaku usaha kuliner, hingga konsumen akibat tingginya harga daging sapi, pemerintah berharap proses regenerasi ternak yang kini mulai berjalan dapat membantu menyeimbangkan kembali pasokan dan permintaan.

Jika stok sapi dewasa kembali tersedia dalam jumlah cukup, harga daging sapi di pasar diharapkan berangsur stabil sehingga aktivitas perdagangan kembali normal dan daya beli masyarakat ikut pulih. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles