LAMONGAN, RONGGOHADI – Wajah infrastruktur Lamongan perlahan berubah. Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengejar pemerataan kualitas jalan melalui Program Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (JAMULA). Hingga 2026, rekonstruksi 57 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 41,2 kilometer telah terealisasi 75,79 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator progres pembangunan infrastruktur Kabupaten Lamongan tahun ini. Pemkab Lamongan memastikan pengerjaan terus dikebut agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga pelosok desa.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan progres JAMULA saat ini telah mencapai 75,79 persen. Menurutnya, pembangunan jalan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
“Untuk jalan, progres JAMULA sudah mencapai 75,79 persen. Ini terus kami lakukan agar pembangunan infrastruktur jalan bisa semakin baik dan merata,” kata Yuhronur Efendi usai menghadiri puncak HUT Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Lamongan, Senin.
Pada tahun 2026, terdapat 57 ruas jalan yang masuk dalam program rekonstruksi dengan total panjang 41.206 meter. Bentuk pekerjaannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing ruas, mulai dari pelebaran jalan, pengecoran hingga pengaspalan.
Namun, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkab Lamongan tidak berhenti pada perbaikan badan jalan. JAMULA juga diarahkan sebagai bagian dari penataan infrastruktur yang saling terhubung.
Sejumlah fasilitas pendukung turut mendapat perhatian, seperti perbaikan jembatan dan gorong-gorong, penambahan penerangan jalan, perbaikan drainase, pengerukan waduk, hingga pembangunan dan perbaikan embung.
Menurut Yuhronur, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar membuat jalan menjadi lebih mulus. Infrastruktur yang terkoneksi diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses ekonomi antarkawasan.
“Pembangunan infrastruktur ini untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kualitas jalan yang semakin baik juga menjadi faktor penting bagi masyarakat di wilayah perdesaan. Akses yang lebih lancar akan mempermudah distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar maupun pusat-pusat perekonomian.
Bagi Lamongan yang memiliki banyak kawasan pertanian dan sentra ekonomi berbasis desa, konektivitas tersebut menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pemkab Lamongan pun menegaskan pembangunan tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan. Pemerataan menjadi salah satu sasaran utama JAMULA sehingga peningkatan kualitas jalan dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan progres yang kini mencapai 75,79 persen, Pemkab Lamongan masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan seluruh paket rekonstruksi jalan yang ditargetkan pada 2026.
Jika seluruh pekerjaan rampung sesuai target, JAMULA diharapkan tidak hanya menghadirkan jalan yang lebih mantap dan mulus, tetapi juga memperpendek jarak ekonomi antara kawasan perkotaan, pedesaan, sentra pertanian, dan pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Lamongan. (rm)



