Monday, September 14, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Usai Panen, Kades di Lamongan Bagikan Beras ke 430 Rumah Warga

LAMONGAN, RONGGOHADI – Hasil panen di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Lamongan, tak hanya berhenti di lumbung atau dijual ke pasar. Sebagian hasil panen justru kembali ke rumah-rumah warga dalam bentuk beras yang dibagikan secara merata.

Tradisi tersebut dilakukan Kepala Desa Sukorejo, Suminto, setiap kali musim panen padi berakhir. Sebanyak sekitar 430 rumah warga menerima beras masing-masing 5 kilogram.

Menariknya, pembagian tidak hanya ditujukan bagi warga yang dianggap membutuhkan. Seluruh rumah tangga di Desa Sukorejo mendapatkan bagian tanpa terkecuali.

Beras diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka, kemudian diantarkan dari rumah ke rumah oleh dua orang yang ditugaskan Suminto. Meski tidak selalu turun langsung, warga mengetahui beras tersebut merupakan bagian dari tradisi berbagi yang dipertahankan sang kepala desa.

Bukan Hanya Beras

Kebiasaan berbagi tersebut ternyata tidak hanya dilakukan ketika panen padi.

Saat musim panen ikan tiba, warga juga mendapatkan bagian hasil panen ikan. Hasil panen dikirimkan melalui orang yang telah ditugaskan Suminto untuk membagikannya kepada masyarakat.

“Tiap tahun semua rumah dapat beras dan ikan dari Pak Kades,” ujar Kusbianto, salah seorang warga Desa Sukorejo.

Menurutnya, kebiasaan tersebut telah dirasakan masyarakat setiap tahun. Pembagian dilakukan secara merata sehingga seluruh rumah mendapatkan bagian.

Diniatkan Sejak Awal Menjabat

Suminto membenarkan tradisi tersebut. Ia mengatakan kebiasaan menyisihkan sebagian hasil panen untuk warga telah diniatkan bersama istrinya sejak awal dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Sukorejo.

“Sudah kami niatkan dari awal menjabat. Alhamdulillah, hasil panen petani di desa ini tahun ini cukup baik, harga gabah juga bagus. Sebagian kami sisihkan untuk dibagikan kepada warga,” kata Suminto.

Jumlah beras yang disiapkan setiap tahun disesuaikan dengan jumlah rumah yang ada di desa. Saat ini, terdapat sekitar 430 rumah yang tersebar di dua dusun, yakni Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan.

“Jumlahnya mengacu pada jumlah rumah warga. Desa Sukorejo terdiri dari Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, dengan jumlah sekitar 430 rumah,” jelasnya.

Hasil Panen Jadi Jalan Berbagi

Bagi Suminto, tradisi tersebut bukan semata-mata tentang berapa kilogram beras atau berapa banyak ikan yang dibagikan.

Ada rasa syukur yang ingin ia wujudkan setelah satu musim panen dilalui para petani. Ketika hasil pertanian memberikan rezeki, sebagian di antaranya diupayakan agar ikut dirasakan masyarakat yang tinggal di desa.

Tradisi itu pun terus dipertahankan sejak Suminto dipercaya memimpin Desa Sukorejo.

Di tengah siklus panen yang terus berulang, hasil bumi akhirnya memiliki makna lebih luas. Tidak hanya menjadi buah kerja keras para petani, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk berbagi rezeki dan menjaga kebersamaan seluruh warga desa. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles