Wednesday, November 4, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bidik PAD Rp1 Triliun, Bapenda Lamongan Perkuat Digitalisasi dan Optimalisasi Pajak

RONGGOHADI, LAMONGAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan digitalisasi transaksi pemerintahan hingga optimalisasi sejumlah sektor pajak daerah.

Kepala Bapenda Lamongan, Edy Yunan Akhmadi, mengatakan target tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat sistem pengelolaan pendapatan sekaligus menggali potensi penerimaan daerah secara lebih optimal.

“Target Rp1 triliun bukan sekadar angka. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus membenahi sistem, memperkuat potensi penerimaan, sekaligus memastikan setiap rupiah pendapatan daerah dikelola secara transparan dan akuntabel,” kata Yunan, Senin (2/11/2026).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Bapenda Lamongan meningkatkan kompetensi aparatur serta menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendukung percepatan digitalisasi transaksi daerah.

Melalui digitalisasi tersebut, pengelolaan pendapatan diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan transparan. Selain itu, sistem transaksi elektronik juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sektor pajak kendaraan bermotor, Bapenda melakukan evaluasi cost sharing opsen untuk mengoptimalkan penerimaan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Optimalisasi juga diarahkan pada pengelolaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang menjadi salah satu sumber penerimaan pajak daerah.

Yunan menegaskan, upaya peningkatan PAD tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target angka, tetapi juga memastikan potensi penerimaan dapat terukur dan proses pemungutannya berjalan efektif.

“Kami tidak ingin hanya mengejar target di atas kertas. Yang kami dorong adalah bagaimana potensi pendapatan bisa terukur, pemungutannya semakin efektif, dan manfaatnya kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan serta pelayanan publik,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan sumber pendapatan, Bapenda juga memperkuat kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui evaluasi pascadiklat kepemimpinan untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam menjalankan tugas pengelolaan pendapatan daerah.

“Pendapatan yang kuat harus ditopang aparatur yang kompeten. Karena itu, kami bergerak di dua sisi sekaligus: mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan dan meningkatkan kualitas SDM,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bapenda Lamongan berharap target PAD Rp1 triliun dapat tercapai dan memperkuat kemandirian fiskal daerah. Peningkatan pendapatan tersebut diharapkan turut mendukung pembiayaan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles