RONGGOHADI, LAMONGAN – Kabar gembira datang untuk sektor pertanian dan peternakan Indonesia! Kabupaten Lamongan bersiap menorehkan sejarah baru sebagai pusat industri pakan ternak terbesar di Asia Tenggara. Proyek raksasa ini akan dibangun pada tahun 2026 mendatang di kawasan Jakamitra, Kecamatan Paciran, dan digadang-gadang menjadi tonggak kemajuan ekonomi regional maupun nasional.
Industri ini tak main-main. Dirancang dengan kapasitas penampungan 92 ribu ton dan kemampuan pengeringan hingga 1.733 ton per hari, proyek ini menjadi harapan baru bagi petani jagung lokal yang selama ini kesulitan akses industri pakan berkualitas.
Dukungan penuh pun diberikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang menyambut kehadiran proyek ini dengan semangat luar biasa.
“Kami dari Pemkab Lamongan, Polres Lamongan, dan seluruh stakeholder siap all-out mendukung kolaborasi para pengusaha pakan ternak dalam mengelola hasil panen jagung menjadi pakan berkualitas. Dan lebih membanggakan, lokasinya ada di Lamongan,” tegas Bupati.
Keberadaan industri ini dipastikan akan mengangkat nilai tambah pertanian, terutama jagung yang merupakan komoditas andalan Lamongan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yuhronur juga menyinggung panen raya jagung yang dilakukan di lahan Mapolsek Tikung seluas 0,3 hektar dengan hasil provitas 1,5 ton. Panen berikutnya akan berlangsung di Kecamatan Solokuro pada kuartal III tahun ini.
Tak hanya itu, Lamongan juga melangkah lebih jauh lewat inovasi Sekolah Tangguh Ketahanan Pangan, sebuah program strategis yang menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sekolah ini akan mendidik generasi muda tentang kemandirian pangan, dari hulu ke hilir.
Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto turut mengonfirmasi bahwa Kabupaten Lamongan akan menjadi pilot project nasional Sekolah Tangguh Ketahanan Pangan Rakyat (Sentra). Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Polda Jatim dan Universitas Negeri Surabaya.
“Langkah ini akan memperkuat ketahanan pangan rakyat, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan di sektor pertanian dan peternakan,” jelas Kapolres. (rm)
sumber: jatim.viva.co.id



