Ronggohadi, Lamongan – Gelombang kendaraan mendatangi UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Lamongan dalam sepekan terakhir bukan tanpa sebab. Operasi Patuh Semeru 2025, yang kini tengah berlangsung, terbukti berdampak langsung terhadap kesadaran pemilik kendaraan, khususnya angkutan barang, untuk melakukan uji KIR secara tertib.
“Benar, ada lonjakan. Kalau biasanya hanya sekitar 18 kendaraan per hari, sekarang bisa tembus 30 kendaraan lebih yang antre uji KIR setiap harinya,” ungkap Kholid Ibrahim, Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Lamongan, saat ditemui di kantornya.
Kholid menjelaskan, meningkatnya partisipasi ini tak lepas dari penertiban jalan raya selama operasi berlangsung. Pemilik kendaraan, terutama truk bak terbuka dan kendaraan niaga, mulai sadar akan pentingnya legalitas dan kelayakan teknis armada mereka. Apalagi, momen ini berbarengan dengan program mutasi kendaraan gratis, penghapusan denda keterlambatan, hingga bebas biaya balik nama kendaraan.
“Kebijakan ini benar-benar memotivasi. Bahkan kendaraan yang sudah menunggak uji KIR bertahun-tahun tetap kami layani tanpa biaya,” ujarnya.
Uji KIR atau pengujian kendaraan bermotor bukan hanya soal administrasi. Lebih dari itu, pemeriksaan ini menjadi tameng awal dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan teknis. Mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, hingga kondisi ban, semua diuji agar kendaraan benar-benar laik jalan.
“Yang utama adalah keselamatan. Bukan hanya pengemudi, tapi juga pengguna jalan lainnya,” tegas Kholid.
Dishub Lamongan berharap tren positif ini terus berlanjut, bahkan setelah Operasi Patuh Semeru 2025 usai. Dengan sinergi penindakan dan insentif, kesadaran berkendara aman dan tertib akan semakin mengakar di masyarakat Lamongan. (rm)



