RONGGOHADI, LAMONGAN — Tahun 2025 memberikan pelajaran berharga bagi sektor perikanan budidaya di Lamongan. Alam, dengan segala dinamikanya, memaksa para pembudidaya untuk sedikit “mengerem” kegembiraan panen. Dari target besar 60 ton, realisasi produksi terhenti di angka 46 ton atau sekitar 78,16 persen.
Namun, bukan Lamongan namanya jika menyerah pada keadaan. Meski target tak tercapai karena “ulah” cuaca yang tak menentu, tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun balas dendam yang manis bagi para pejuang tambak.
Biang Kerok 2025: Hujan “Suka-Suka” yang Tak Terduga
Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Margono, blak-blakan mengenai penyebab tersendatnya produksi tahun lalu. Perubahan iklim yang makin sulit ditebak membuat proses budidaya ikan menjadi penuh tantangan.
“Faktor utamanya adalah cuaca. Hujan sering datang tiba-tiba, sangat berbeda dengan pola tahun-tahun sebelumnya. Ini yang memukul proses budidaya dan hasil akhirnya,” jelas Margono saat ditemui awak media.
Kado Spesial 2026: Amunisi Pupuk Subsidi Terbesar di Jawa Timur!
Harapan besar kini disampirkan pada tahun 2026. Mengapa? Karena pemerintah telah memberikan “karpet merah” berupa kuota pupuk subsidi sektor perikanan yang sangat masif. Hebatnya lagi, Lamongan dinobatkan sebagai daerah dengan penerimaan kuota terbesar dari 14 kabupaten/kota di Jawa Timur!
Ini adalah momen yang sangat ditunggu, mengingat subsidi pupuk untuk petambak sempat “hilang dari peredaran” selama beberapa tahun akibat kendala regulasi.
Rincian “Amunisi” Pupuk Subsidi Lamongan 2026:
| Jenis Pupuk | Alokasi (Ton) | Fungsi Utama bagi Tambak |
| Pupuk Urea | 33.956 | Mempercepat pertumbuhan pakan alami ikan |
| Pupuk SP-36 | 17.020 | Menguatkan struktur tanah tambak & plankton |
| Pupuk Organik | 1.301 | Menjaga ekosistem air tetap sehat |
| Total Keseluruhan | 52.277 | Ready untuk 15 Kecamatan! |
Optimisme Baru: Menuju Panen Melimpah
Penyaluran pupuk ini akan menyasar 15 kecamatan strategis di Lamongan. Dengan modal pupuk yang melimpah dan harga yang terjangkau, biaya operasional petambak diharapkan turun drastis, sementara kualitas dan kuantitas ikan meningkat tajam.
“Harapan kami jelas: dengan adanya kuota pupuk subsidi ini, petambak bisa kembali mendapatkan hasil panen yang melimpah. Sekarang tinggal kita berdoa semoga iklim dan cuaca di 2026 ini jauh lebih bersahabat,” pungkas Margono penuh harap.
Kesimpulan: Lamongan Siap Dominasi Pasar Ikan Nasional
Kegagalan mencapai target di 2025 bukanlah akhir, melainkan awal dari strategi yang lebih kuat. Dengan dukungan infrastruktur jalan yang makin baik (Jamula) dan amunisi pupuk subsidi yang melimpah, Lamongan tetap menjadi kandidat terkuat sebagai raja perikanan budidaya di Jawa Timur. (rm)



