RONGGOHADI, LAMONGAN — Ada pemandangan menarik di Desa Doyomulyo, Selasa (27/1/2026). Di tengah hamparan sawah, Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Arm Deni Suryo Anggo Digdo, berdiri tegap memberikan laporan “tempur” yang berbeda. Bukan soal strategi perang, melainkan soal kemajuan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Lamongan tidak sedang main-main. Di bawah komando Dandim, kabupaten ini sedang bertransformasi menjadi laboratorium kemandirian ekonomi desa melalui 301 titik KDMP yang tersebar merata.
Gas Pol! Mengintip “Dashboard” Progres KDMP Lamongan
Meski tahun 2026 baru saja dimulai, mesin pembangunan KDMP di Lamongan sudah menderu kencang. Dandim melaporkan bahwa sistem portal sudah mencatat ratusan lokasi yang siap “lepas landas”. Berikut adalah detail kemajuan di lapangan:
| Status Pembangunan | Capaian / Target | Keterangan |
| Total Titik Terdaftar | 301 Titik | Masuk Portal & Mulai Digarap |
| Selesai 100% | 13 Titik | Sudah Siap Beroperasi |
| Target Akhir Januari | 20 Titik | On Progress (Optimis!) |
| Target Akhir Februari | 100 Titik | Akselerasi Skala Besar |
Medan Berat Bukan Halangan: “Tambak & Sawah Adalah Peluang!”
Membangun di Lamongan tentu punya tantangan unik. Mayoritas lokasi KDMP berdiri di atas lahan basah seperti sawah dan tambak. Artinya, tim di lapangan harus bekerja ekstra melakukan pengurukan lahan yang cukup tinggi agar pondasi koperasi berdiri kokoh.
Namun, alih-alih mengeluh, Letkol Arm Deni Suryo justru melihat tantangan geografis ini dengan kacamata ksatria.
“Kendala lahan sawah dan tambak tidak akan menghentikan langkah kami. Justru kami jadikan peluang agar pekerjaan tetap running. Kami pastikan seluruh 301 titik ini terus berprogres demi kesejahteraan warga Lamongan,” tegas Dandim dengan penuh optimisme.
Mengapa KDMP Sangat Viral & Penting?
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bukan sekadar toko desa biasa. Ini adalah ekosistem ekonomi yang dirancang untuk:
- Memotong Rantai Distribusi: Petani bisa mendapatkan akses pangan dan pupuk lebih murah.
- Kemandirian Desa: Keuntungan koperasi kembali ke desa untuk pembangunan lokal.
- Sinergi TNI-Rakyat: Kodim 0812 hadir sebagai motor penggerak untuk memastikan pembangunan fisik tepat sasaran dan waktu.
Melihat sinergi antara Menko Pangan, Pemkab, dan Kodim 0812, Lamongan sedang memberikan contoh nyata bagaimana “ketahanan pangan” bukan cuma slogan di baliho. Pembangunan 100 titik di akhir Februari nanti akan menjadi tonggak sejarah baru bagi ekonomi kerakyatan di Jawa Timur. Jika proyek ini sukses, Lamongan akan resmi menyandang gelar “Ibu Kota Koperasi Desa” yang paling progresif. (rm)


