RONGGOHADI, LAMONGAN — Sektor perikanan Lamongan memang tak pernah ada matinya. Meski tahun 2025 ditutup dengan realisasi yang sedikit “terpeleset” dari target akibat ulah cuaca yang tak menentu, semangat para pejuang perikanan darat di Bumi Wali ini justru makin membara.
Data terbaru mencatat, produksi Perikanan Umum Darat (PUD) Lamongan berhasil menyentuh angka 3.163,57 ton. Meski secara persentase sudah mencapai 95,06%, Dinas Perikanan Lamongan menganggap ini sebagai “utang” yang harus dibayar lunas dengan prestasi lebih gemilang di tahun 2026!
Biang Kerok di Balik Angka: Saat Alam Tak Bisa Diajak Kompromi
Mengapa target 3.328 ton belum tertembus sempurna? Jawabannya ada pada langit dan air. Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Margono Jaya Putra, blak-blakan menyebut faktor iklim sebagai tantangan utama.
Kemarau panjang yang sempat melanda di tahun sebelumnya membuat debit air di waduk, rawa, dan aliran Bengawan Solo menyusut drastis. Kondisi ini otomatis membuat ikan-ikan “malu” menampakkan diri, dan aktivitas penangkapan pun menjadi lebih menantang bagi para nelayan sungai.
Misi Balas Dendam 2026: Target Naik, Fasilitas Ditambah!
Alih-alih menurunkan standar, Pemkab Lamongan justru menaikkan level permainan. Di tahun 2026 ini, target produksi PUD dipatok naik menjadi 3.394,80 ton. Strateginya? Bukan cuma mengandalkan doa agar hujan bersahabat, tapi juga intervensi teknologi dan alat.
“Kami optimis 2026 hasil PUD meningkat. Dinas sudah menyiapkan dukungan bantuan sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan produksi. Kita dorong nelayan dengan peralatan yang lebih mumpuni agar hasil tangkapannya makin ‘megilan’,” tegas Margono dengan nada optimis.
Rapor Perikanan Darat (PUD) Lamongan
| Indikator Produksi | Capaian 2025 | Target Ambisius 2026 |
| Realisasi Volume | 3.163,57 Ton | 3.394,80 Ton |
| Persentase Capaian | 95,06% | 100% (Target) |
| Sumber Utama | Rawa, Embung, Waduk, Sungai | Fokus Optimasi Waduk & Bengawan Solo |
| Komoditas Unggulan | Kakap Putih, Conggah, Cukil | Penambahan Benih & Alat Tangkap |
Primadona Perairan Darat: Kakap Putih & Cukil Masih Jadi Juara
Kepala UPT TPI, Rustam, menyebutkan bahwa meski nelayan masih menggunakan alat tradisional seperti jaring dan pancing, kualitas ikan dari perairan darat Lamongan tetap jadi buruan pasar.
- Kakap Putih: Favorit restoran dan ekspor.
- Ikan Cukil & Conggah: Idola pasar lokal dengan rasa gurih yang khas.
Dengan bantuan sarana prasarana baru dari dinas nanti, diharapkan para nelayan pancing dan jaring bisa lebih efisien dalam berburu “emas perak” di sungai dan waduk.
Produksi perikanan bukan matematika pasti, karena sangat bergantung pada kemurahan alam. Namun, langkah Lamongan untuk tetap menaikkan target sambil memberikan bantuan alat adalah langkah “ksatria”. Ini membuktikan bahwa Lamongan tetap ingin menjadi barometer perikanan nasional, baik di laut maupun di darat. (rm)



