Thursday, May 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

SIAGA EL NINO! Lamongan Pasang “Tameng” Pengairan: Strategi Pemkab Jaga Lumbung Pangan Tetap ‘Ijo Royo-Royo’ di Tengah Ancaman Kekeringan 2026!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Baru saja kita bicara soal drama banjir dan harga ikan yang bikin pusing, kini tantangan baru sudah mengintip di depan mata: Kekeringan 2026. Berdasarkan data BMKG, fenomena El Nino punya peluang 70–90% untuk “mampir” di semester kedua tahun ini. Artinya? Musim kemarau bakal terasa lebih panjang dan garang.

Tapi tenang, Lur! Pemerintah Kabupaten Lamongan gak tinggal diam. Bupati Yuhronur Efendi sudah menyiapkan “benteng pertahanan” infrastruktur air agar status Lamongan sebagai Lumbung Pangan Nasional gak goyah meskipun matahari lagi galak-galaknya.

 Senjata Rahasia Pak Yes: LTT & Jaringan Irigasi “Anti-Macet”

Kunci utamanya ada pada dua hal: Luas Tambah Tanam (LTT) dan keandalan irigasi. Bupati ingin memastikan lahan pertanian di Lamongan—terutama yang tadah hujan—gak berubah jadi “padang pasir” saat hujan mulai absen.

Rencana Tempur Lamongan Hadapi Kemarau 2026:

Sektor AksiLangkah Strategis
InfrastrukturNormalisasi sungai dan pengerukan waduk agar daya tampung air maksimal.
TeknologiDistribusi pompa air secara masif (sinkron dengan program 1 juta hektar Kementan).
Pola TanamPercepatan jadwal tanam agar saat puncak kemarau, padi sudah siap panen.
SinergiKoordinasi lintas sektor untuk memastikan pembagian air merata dan adil.

 “Kami berkomitmen menjaga stabilitas produksi pangan. Modal kita kuat, realisasi LTT 2025 kemarin tembus 192 ribu hektare, melampaui target! Dengan penguatan irigasi dan pompa, kita optimistis target 2026 tetap terjaga,” tegas Bupati usai Rakornas di Kementan RI.

 Modal Rekor 1,08 Juta Ton: Lamongan Bukan Pemain Baru!

Data BPS menunjukkan performa Lamongan di tahun 2025 sangat “ngeri-ngeri sedap”. Produksi padi mencapai 1,08 juta ton gabah kering panen (GKP). Angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti bahwa tangan dingin petani Lamongan dan manajemen air yang tepat bisa bikin hasil bumi melimpah.

Namun, Bupati sadar betul bahwa prestasi tahun lalu bukan jaminan jika tahun ini kita lengah. Apalagi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah mewanti-wanti bahwa defisit air bisa menurunkan luas tanam secara nasional. Lamongan pun gercep (gerak cepat) mengamankan “keran” air sejak dini.

Langkah Pemkab Lamongan melakukan antisipasi sejak April ini adalah langkah yang sangat cerdas. Menghadapi El Nino bukan hanya soal berharap hujan turun, tapi soal bagaimana kita mengelola sisa air yang ada di waduk dan sungai agar sampai ke ujung sawah.

Dengan dukungan pompa air dari pusat dan normalisasi waduk di daerah, petani Lamongan diharapkan tidak lagi “adu otot” berebut air, melainkan “adu taktik” meningkatkan hasil panen. Jika sistem irigasinya solid, El Nino bukan lagi horor, melainkan ujian yang bisa dilewati dengan gemilang. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles