Thursday, May 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dosen Muda UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan: Menjadi Kartini di Era Modern

Ronggohadi, Lamongan – Memperingati Hari Kartini, semangat perjuangan perempuan kembali menjadi sorotan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Dosen muda Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Chuzaimatus Saadah, menyebut bahwa nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan untuk diteladani hingga saat ini, saat dihubungi melalui sambungan telfon, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, perempuan masa kini sejatinya telah menikmati banyak hak dan kesempatan yang setara dengan laki-laki. Hal tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang para tokoh perempuan, termasuk Kartini, yang memperjuangkan akses pendidikan dan kebebasan berpikir.

“Kartini adalah manifestasi perempuan yang berpikir. Di tengah keterbatasan saat itu, beliau tetap menyuarakan gagasan melalui tulisan. Itu yang harus kita teladani,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan perempuan di era modern tidak serta-merta hilang, melainkan berubah bentuk. Jika dahulu perempuan dibatasi oleh adat dan akses pendidikan, kini tantangan hadir dalam bentuk ketimpangan di dunia kerja, politik, hingga ruang digital.

“Secara hak dan peluang memang sudah setara, tapi dalam praktiknya masih banyak ketimpangan. Perempuan masih kerap dipandang sebelah mata,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama bagi perempuan untuk berkembang. Pendidikan dinilai menjadi kunci agar perempuan mampu berpikir kritis, mandiri, serta memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai bidang.

Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial juga dinilai memiliki dua sisi. Di satu sisi membuka peluang bagi perempuan untuk berekspresi dan berkarier, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan seperti cyberbullying hingga kekerasan berbasis gender online.

“Perempuan harus mampu memanfaatkan peluang di era digital, namun tetap waspada terhadap risiko yang ada,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, ia berpesan agar perempuan masa kini tidak berhenti untuk belajar dan berpikir, serta terus memperjuangkan hak dan perannya di masyarakat.

“Jadilah perempuan yang melawan dengan pemikiran, sebagaimana Kartini telah lakukan,” tutupnya. (zay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles