RONGGOHADI, LAMONGAN – Lamongan kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang tak hanya piawai menjadi penyelenggara ajang olahraga, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) X Biliar Jawa Timur 2026, kontingen Lamongan sukses menutup kompetisi dengan menempati peringkat keempat klasemen akhir, sebuah pencapaian yang menjadi sinyal kuat berkembangnya pembinaan olahraga biliar di Kota Soto.
Bersaing dengan atlet dari 31 kabupaten/kota se-Jawa Timur, Lamongan mengoleksi dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu dalam kejuaraan yang berlangsung di Arena 805 Biliar Lamongan pada 22–27 Juni 2026.
Prestasi tersebut menjadi salah satu hasil terbaik yang pernah diraih Lamongan di ajang Kejurprov Biliar Jawa Timur.
Dua Emas Antar Lamongan Tembus Empat Besar
Keberhasilan Lamongan menembus papan atas tidak datang begitu saja. Penampilan konsisten para atlet di berbagai nomor pertandingan menjadi kunci keberhasilan.
Medali emas pertama dipersembahkan pasangan Latifatul Angelita Qolbi dan Wafir Risma Salsabila yang tampil impresif pada nomor Double Putri Bola 10.
Sementara emas kedua lahir dari duet Rahmat Al Vallen Prasetya dan Zaki Sidqi Hasby setelah menjadi yang terbaik pada nomor Snooker Six Red Double Putra.
Tak berhenti di situ, Lamongan juga menambah koleksi medali melalui pasangan Nuby Dwi Setya Mukti dan Ayunda Fitra Ramadhani yang meraih medali perak pada nomor Double Mix Bola 8.
Sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan pasangan Evril Aurelia Rahmawati dan Keyla Geovany Felisya di nomor Bola 8 Double Putri, serta Zaki Sidqi Hasby yang kembali naik podium melalui nomor Snooker Full Red Single.
Total raihan 12 poin mengantarkan Lamongan berada di posisi keempat, hanya berada di bawah Kabupaten Pasuruan sebagai juara umum, disusul Kabupaten Blitar dan Kabupaten Pamekasan.
Tuan Rumah yang Tak Sekadar Menjadi Penonton
Keberhasilan ini memiliki makna lebih besar dibanding sekadar jumlah medali.
Sebagai tuan rumah, Lamongan mampu membuktikan bahwa persiapan tidak hanya difokuskan pada penyelenggaraan event, tetapi juga pada kualitas atlet yang diturunkan.
Ketua POBSI Kabupaten Lamongan, Kartika Asianto Undoyoko atau yang akrab disapa Dodon, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan tim pelatih atas perjuangan mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus yang telah bekerja keras. Berkat kekompakan dan semangat juang yang tinggi, prestasi ini bisa diraih,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi besar untuk meningkatkan pembinaan atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Kejurprov Jadi Panggung Lahirnya Atlet Masa Depan
Tak hanya menjadi ajang perebutan medali, Kejurprov X Biliar Jawa Timur 2026 juga menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat.
Ketua Panitia Kejurprov, Sonny Ardianza, menilai kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam regenerasi atlet biliar Jawa Timur.
“Kejurprov ini menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet muda berbakat Jawa Timur. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, dan Lamongan sebagai tuan rumah mampu menorehkan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Ia berharap para atlet yang tampil di Kejurprov tahun ini mampu berkembang hingga menembus level nasional bahkan internasional.
Pembinaan Mulai Berbuah Hasil
Keberhasilan Lamongan finis di posisi empat besar menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga biliar di daerah mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap olahraga non-mainstream terus meningkat. Hasilnya kini mulai terlihat melalui prestasi atlet yang mampu bersaing dengan daerah-daerah yang lebih dahulu dikenal sebagai kekuatan biliar di Jawa Timur.
Prestasi ini sekaligus menjadi modal penting bagi Lamongan untuk terus membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet biliar baru yang siap mengharumkan nama daerah di masa mendatang. (rm)



