Ronggohadi, Lamongan – Kabar baik bagi ribuan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Lamongan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 tetap akan disalurkan tahun ini, meski anggaran yang tersedia mengalami penurunan cukup signifikan.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp6,2 miliar, atau turun hampir 50 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp12,12 miliar. Kendati demikian, Pemkab Lamongan menegaskan bantuan tetap difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar bergantung pada sektor pertembakauan.
Lebih dari 6 Ribu Buruh Masuk Daftar Penerima BLT
Di balik menurunnya anggaran, ribuan pekerja masih memiliki harapan. Berdasarkan data sementara, terdapat 6.016 calon penerima manfaat yang terdiri dari buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan proses verifikasi data agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Kita masih dalam tahap verifikasi saat ini,” ujarnya.
Proses tersebut menjadi langkah penting agar penyaluran BLT DBHCHT Lamongan 2026 berlangsung tepat sasaran dan tidak terjadi kesalahan data.
Setiap Penerima Bakal Mendapat Rp1 Juta
Dalam skema yang telah disiapkan, masing-masing penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.
Nominal tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga para buruh, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Per orang rencananya akan menerima bantuan sebesar Rp1 juta, yakni buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau,” jelas Galih.
Anggaran Turun, Prioritas Tetap untuk Masyarakat yang Membutuhkan
Penurunan anggaran hampir separuh dari tahun sebelumnya memang menjadi perhatian. Namun, menurut Dinas Sosial Lamongan, kondisi tersebut tidak mengubah komitmen pemerintah dalam melindungi kelompok pekerja yang menggantungkan hidup dari industri hasil tembakau.
Galih mengakui adanya penyesuaian anggaran, tetapi memastikan penerima manfaat tetap diprioritaskan berdasarkan hasil verifikasi.
“Ya memang ada penurunan dari tahun lalu. Meski demikian, kami pastikan bantuan ini tetap menyasar mereka yang paling membutuhkan,” katanya.
Empat Pabrik Rokok Jadi Basis Penyaluran BLT
Program BLT DBHCHT Lamongan tahun ini akan difokuskan pada pekerja yang berasal dari empat pabrik rokok yang beroperasi di Kabupaten Lamongan, selain para buruh tani tembakau.
Saat ini pemerintah terus mempercepat proses validasi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) agar seluruh tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
Validasi dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penerima ganda maupun penerima yang tidak memenuhi syarat.
Kapan BLT DBHCHT Lamongan Cair?
Bagi masyarakat yang telah masuk dalam daftar calon penerima, bantuan diperkirakan mulai disalurkan pada triwulan ketiga tahun 2026.
Meski belum menetapkan tanggal pasti, Pemkab Lamongan optimistis seluruh proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga pencairan tidak mengalami kendala.
Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu menjadi tambahan penghasilan bagi para buruh di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
“Kita berharap bantuan ini bisa membawa manfaat dan meringankan beban masyarakat, meskipun nilainya mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan mereka,” pungkas Galih.
BLT DBHCHT Jadi Bantalan Ekonomi Buruh Tembakau
Bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau selama ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan penerimaan negara dari cukai rokok yang dikembalikan kepada daerah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja di sektor tembakau.
Di Lamongan, program ini tidak hanya menjadi bantuan sosial semata, tetapi juga berfungsi sebagai bantalan ekonomi bagi ribuan keluarga buruh yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari industri hasil tembakau.
Dengan proses verifikasi yang tengah berlangsung, ribuan buruh kini tinggal menunggu kepastian pencairan bantuan yang diharapkan mampu sedikit meringankan beban ekonomi mereka sepanjang tahun 2026. (rm)



