Saturday, September 5, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Romli Memadati Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang

JOMBANG, RONGGOHADI – Rombongan Lillah, yang biasa disebut Romli, turut memadati kawasan sekitar pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).

Muhammad Rizal Firdaus, pemuda asal Lamongan yang merupakan bagian dari Pengurus Ranting GP Ansor Manyar Ihyaul Ulum, Kecamatan Sekaran. Ia datang bersama rombongan dari Lamongan untuk ikut meramaikan sekaligus menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Rizal mengatakan, suasana pembukaan Muktamar ke-35 NU sangat ramai. Menurutnya, masyarakat dan para muktamirin yang hadir tidak hanya berasal dari Jawa, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

“Acara Muktamar kemarin sangat ramai. Yang hadir tidak hanya dari Jawa saja, tetapi dari luar Pulau Jawa juga banyak. Mereka datang menggunakan berbagai moda transportasi, seperti pesawat dan bus,” ujar Rizal.

Ia mengaku salah satu alasan dirinya hadir di Jombang adalah untuk mengalap barokah para ulama dan kiai, sekaligus menyaksikan langsung momentum besar Muktamar NU yang digelar di Jombang.

Menurut Rizal, Jombang memiliki tempat khusus dalam sejarah NU karena menjadi salah satu daerah penting dalam perjalanan lahir dan berkembangnya organisasi tersebut. Banyak tokoh dan ulama NU memiliki keterkaitan kuat dengan Kota Santri itu.

Selain itu, Rizal sengaja menghadiri pembukaan Muktamar karena momentum tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden, para menteri, serta ulama dan kiai NU dari berbagai daerah.

“Bagi saya, Muktamar ke-35 ini sangat berkesan karena banyak tokoh besar yang hadir, baik pejabat maupun ulama-ulama besar,” katanya.

Rizal bersama rombongan berangkat dari Lamongan sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum menuju lokasi pembukaan Muktamar, rombongan terlebih dahulu berziarah ke Makam Gus Dur.

Perjalanan menuju lokasi sempat menghadapi sejumlah kendala karena adanya pengamanan dan sterilisasi jalur menjelang agenda Muktamar. Rombongan kemudian mencari jalur alternatif agar tetap dapat menuju makam Gus Dur dan lokasi Muktamar.

“Dari Lamongan kami langsung menuju makam Gus Dur. Di tengah perjalanan memang ada beberapa polisi yang melakukan penjagaan dan sterilisasi agenda Muktamar, sehingga kami harus mencari jalan alternatif,” ungkapnya.

Setelah berziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembukaan Muktamar. Sekitar pukul 15.00 WIB, mereka tiba di sekitar area venue.

Di kawasan tersebut, Rizal melihat ribuan muktamirin dan warga telah memadati area sekitar lokasi. Tidak semuanya memiliki undangan untuk masuk ke venue utama, namun tetap datang untuk merasakan atmosfer Muktamar ke-35 NU.

Suasana semakin riuh ketika rombongan Presiden Prabowo Subianto melintas di hadapan para peserta yang berada di sekitar venue.

“Banyak yang bersorak, ‘Pak Prabowo, Pak Prabowo’. Itu sangat berkesan karena selama ini saya hanya bisa menyaksikan Presiden melalui layar televisi, tetapi kemarin saya bisa melihat langsung sosok Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang tidak dapat masuk ke venue utama, panitia juga menyediakan layar besar di sekitar lokasi sehingga mereka tetap dapat menyaksikan rangkaian pembukaan Muktamar secara langsung.

Rizal menilai, kehadiran Romli dari berbagai daerah menunjukkan besarnya antusiasme warga NU untuk ikut menjadi bagian dari momentum Muktamar ke-35.

“Yang paling berkesan bagi kami adalah Jombang merupakan salah satu kota penting dalam sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama. Bisa melihat para kiai dan ulama NU dari seluruh Indonesia berkumpul dalam satu forum menjadi pengalaman tersendiri. Momen seperti ini sangat langka,” pungkasnya. (ZAY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles