RONGGOHADI, LAMONGAN – Suasana berbeda mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tahun ini. Jika biasanya masyarakat hanya disuguhi pameran hewan eksotis, kali ini Pemerintah Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi baru yang langsung mencuri perhatian, yakni Jalan Santai Bersama Hewan Kesayangan.
Ratusan pemilik anabul, mulai dari kucing, anjing, hingga hewan peliharaan lainnya, memadati lokasi kegiatan. Mereka berjalan santai bersama hewan kesayangan sambil menikmati suasana penuh edukasi tentang pentingnya kesejahteraan hewan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan, Shofiyah Nurhayati, S.P., M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kampanye agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan.
“Ini merupakan rangkaian Hari Jadi Lamongan. Tahun ini ada inovasi baru yaitu jalan santai bersama hewan kesayangan. Tujuannya mengedukasi masyarakat bahwa memelihara hewan bukan hanya memberi makan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan, kesehatan, hingga kebutuhan aktivitas fisiknya,” ujarnya.
Antusiasme Melebihi Target, Ratusan Anabul Ramaikan Jalan Santai
Antusiasme masyarakat ternyata jauh melampaui ekspektasi panitia.
Semula peserta yang mendaftar secara daring hanya sekitar 170 orang, namun pada hari pelaksanaan banyak warga melakukan pendaftaran langsung di lokasi. Total peserta yang mengikuti jalan santai diperkirakan mencapai sekitar 300 orang.
Tak hanya berjalan santai, para peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan menarik, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, Posyandu Kucing, hingga layanan konsultasi kesehatan hewan secara gratis.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, termasuk penghargaan bagi hewan dengan penampilan paling unik.
“Ada pemilihan hewan terunik juara satu, dua, dan tiga, kemudian doorprize dengan hadiah yang cukup banyak untuk peserta,” jelas Shofiyah.
13 Komunitas Ramaikan Pameran Hewan Eksotis
Selain jalan santai, perhatian pengunjung juga tertuju pada Pameran Hewan Eksotis yang menghadirkan 13 komunitas pecinta satwa dari berbagai daerah.
Beragam satwa eksotis dipamerkan sebagai media edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenal karakter setiap jenis hewan sekaligus menghilangkan stigma negatif terhadap satwa-satwa tertentu.
Menurut Shofiyah, kehadiran komunitas tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah terus membangun sinergi dengan para pecinta hewan.
“Kami ingin memberikan ruang bagi komunitas untuk memperkenalkan hewan-hewan eksotis kepada masyarakat. Banyak yang menganggap satwa tertentu berbahaya, padahal dengan penanganan yang tepat mereka bisa dipelihara secara bertanggung jawab,” katanya.
Tak hanya komunitas, sejumlah pelaku UMKM peternakan Lamongan juga ikut memamerkan berbagai produk unggulan hasil peternakan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Posyandu Kucing Jadi Layanan Favorit Pecinta Anabul
Salah satu layanan yang paling ramai dikunjungi adalah Posyandu Kucing, program rutin Disnakeswan Lamongan yang memberikan pemeriksaan kesehatan berkala bagi hewan peliharaan.
Setiap hewan yang mengikuti program ini memiliki data kesehatan tersendiri sehingga pemilik akan selalu diingatkan ketika jadwal pemeriksaan maupun vaksinasi berikutnya telah tiba.
“Kami memiliki pencatatan untuk setiap hewan. Nama kucing, anjing, maupun hewan pembawa rabies lainnya tercatat. Jadi ketika waktunya vaksin atau pemeriksaan kesehatan, pemilik akan kami ingatkan,” terang Shofiyah.
Meski Jawa Timur Bebas Rabies, Vaksinasi Tetap Digencarkan
Dalam kesempatan tersebut, Disnakeswan Lamongan juga kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi rabies bagi hewan pembawa rabies (HPR).
Meski hingga saat ini Provinsi Jawa Timur berstatus bebas rabies, langkah pencegahan tetap menjadi prioritas agar kondisi tersebut dapat terus dipertahankan.
Vaksinasi rutin dinilai menjadi cara paling efektif mencegah masuk dan berkembangnya penyakit rabies di wilayah Lamongan.
Festival Edukasi yang Siap Jadi Agenda Tahunan
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan kegiatan ini akan kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih menarik.
Tak hanya itu, pada September 2026 mendatang Disnakeswan Lamongan juga akan kembali menggelar Posyandu Kucing, vaksinasi rabies massal, hingga kegiatan edukasi kesehatan hewan dalam rangka memperingati World Rabies Day.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Lamongan berharap budaya memelihara hewan secara bertanggung jawab semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Bukan sekadar tren memelihara anabul, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap hewan berhak mendapatkan perhatian, kesehatan, dan perlakuan yang layak. (rm)



