Monday, July 20, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wereng Kepung 19 Kecamatan, Pemkab Lamongan Bergerak Serentak Selamatkan Ribuan Hektare Sawah dari Ancaman Gagal Panen

RONGGOHADI, LAMONGAN – Ancaman wereng batang coklat (WBC) kembali membayangi hamparan sawah di Kabupaten Lamongan. Hama yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama gagal panen itu mulai terdeteksi menyebar di 19 kecamatan, memaksa Pemerintah Kabupaten Lamongan mengambil langkah cepat melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak.

Gerakan yang dipusatkan di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (8/7/2026), menjadi bukti keseriusan pemerintah menjaga produktivitas pertanian Lamongan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Timur.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pengendalian tidak bisa dilakukan secara parsial. Wereng batang coklat memiliki kemampuan berkembang biak dengan sangat cepat sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama.

“Gerakan pengendalian hama terpadu ini dilakukan serentak di 19 kecamatan karena wilayah yang terpapar juga tersebar di 19 kecamatan. Pengendalian harus dilakukan bersama-sama agar penyebarannya dapat diputus,” ujarnya.

Ribuan Hektare Sawah Masuk Status Waspada

Data Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Hingga awal Juli 2026, sedikitnya 2.186,88 hektare sawah masuk kategori waspada serangan wereng batang coklat.

Populasi hama di sejumlah lahan tercatat berkisar 10 hingga 20 ekor per rumpun, angka yang dinilai cukup berbahaya apabila tidak segera dikendalikan.

Para ahli pertanian menyebut wereng batang coklat mampu berkembang hingga tiga generasi hanya dalam satu musim tanam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ledakan populasi yang berujung pada penurunan produktivitas bahkan puso atau gagal panen.

Karena itu, pengendalian secara serempak dinilai menjadi strategi paling efektif untuk memutus siklus penyebaran hama sebelum berkembang lebih luas.

Menjaga Status Lamongan sebagai Lumbung Padi Jawa Timur

Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Lamongan merupakan salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan nasional.

Kabupaten ini memiliki luas lahan pertanian sekitar 103.483 hektare, dengan 95.745 hektare di antaranya merupakan lahan baku sawah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2025, produksi padi Lamongan mencapai 904.928 ton gabah kering giling, menjadikannya daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur.

Besarnya kontribusi tersebut membuat perlindungan terhadap tanaman padi menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Pengendalian ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian Lamongan sekaligus mempertahankan posisi daerah sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur,” terang Bupati.

Pemerintah Pusat Turun Tangan, Teknologi Drone Disiapkan

Dukungan terhadap upaya penyelamatan sawah Lamongan juga datang dari pemerintah pusat.

Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI, Mujiburrahman, mengatakan pemerintah terus memperkuat pengendalian organisme pengganggu tanaman melalui bantuan sarana dan prasarana modern.

Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi drone pertanian yang dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyemprotan sekaligus mempercepat pengendalian hama di lahan yang luas.

Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Kolaborasi Jadi Kunci Menang Melawan Wereng

Pemkab Lamongan menilai keberhasilan menekan serangan wereng tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para petani.

Melalui gerakan serentak ini, petani didorong melakukan pengendalian secara bersamaan agar hama tidak berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya. Dengan kolaborasi pemerintah, penyuluh pertanian, serta para petani, Lamongan optimistis mampu mempertahankan produktivitas sawah sekaligus menjaga pasokan beras nasional tetap aman di tengah ancaman serangan hama. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles