Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

40 Hari Hilang di Laut, Pencarian KMN Enthok Masuki Babak Baru: Keluarga Turun Langsung Bersama Tim SAR

RONGGOHADI, LAMONGAN – Harapan untuk menemukan KMN Enthok yang hilang kontak di Perairan Kangean belum padam. Memasuki hari ke-40 pencarian, operasi penyisiran kini memasuki babak baru setelah Satpolairud Polres Lamongan melibatkan langsung perwakilan keluarga awak kapal dalam misi kemanusiaan tersebut.

Langkah ini menjadi bentuk keterbukaan sekaligus komitmen aparat agar proses pencarian berlangsung transparan. Keluarga korban tidak lagi hanya menunggu kabar dari daratan, tetapi ikut menyaksikan secara langsung bagaimana upaya pencarian dilakukan di laut.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, mengatakan pelibatan keluarga merupakan inisiatif Satpolairud Polres Lamongan untuk memastikan seluruh proses berjalan terbuka.

“Kasat Polairud Polres Lamongan terus menginisiasi dan mengoordinasikan operasi pencarian bersama terhadap KMN Enthok dengan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk perwakilan keluarga korban,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Operasi Pencarian KMN Enthok Diperkuat Kapal Canggih Basarnas

Dalam operasi kali ini, tim gabungan mengerahkan KN SAR 249 Permadi, kapal cepat milik Basarnas Surabaya yang memiliki panjang sekitar 40 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Kapal tersebut dilengkapi sistem navigasi modern untuk menjangkau area pencarian yang luas.

Tak hanya Basarnas, operasi juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya:

  • Personel Satpolairud Polres Lamongan
  • Tim Basarnas Surabaya
  • Ditpolairud Polda Jawa Timur
  • Baharkam Mabes Polri
  • Ketua Rukun Nelayan Blimbing
  • Perwakilan keluarga awak KMN Enthok

Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperbesar peluang menemukan kapal beserta seluruh awaknya.

Keluarga Ikut Mengawasi Jalannya Operasi

Pelibatan keluarga menjadi langkah yang cukup berbeda dibanding operasi pencarian pada umumnya. Selain memberi keyakinan kepada keluarga korban, kehadiran mereka juga menjadi simbol bahwa seluruh proses dilakukan secara terbuka.

“Keterlibatan keluarga dalam pencarian ini merupakan bentuk transparansi dan komitmen bersama agar seluruh proses berjalan terbuka serta memberikan keyakinan kepada keluarga korban,” jelas Hamzaid.

Menurutnya, sinergi antara Polri, Basarnas, Baharkam, Ditpolairud Polda Jatim hingga unsur masyarakat akan terus diperkuat sampai seluruh kemungkinan pencarian benar-benar dimaksimalkan.

KMN Enthok Hilang Kontak Saat Mencari Ikan

Sebagaimana diketahui, KMN Enthok berlayar dari Lamongan menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Kapal tersebut membawa 20 orang, terdiri atas satu nahkoda dan 19 Anak Buah Kapal (ABK). Namun setelah beberapa hari beroperasi di laut, kapal dilaporkan hilang kontak.

Laporan resmi diterima Satpolairud Polres Lamongan dari Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik kapal, Andik, pada 1 Juli 2026.

Sejak laporan diterima, operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi kemaritiman. Bahkan Posko Terpadu juga telah dibentuk sebagai pusat koordinasi pencarian sekaligus tempat keluarga memperoleh perkembangan informasi terbaru.

Harapan Belum Padam

Meski telah memasuki hari ke-40, aparat memastikan pencarian masih terus dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan kapal.

“Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera membuahkan hasil,” tutup Hamzaid.

Di balik luasnya lautan, harapan keluarga masih tetap menyala. Setiap penyisiran bukan sekadar misi pencarian, tetapi juga perjuangan menghadirkan kepastian bagi puluhan keluarga yang hingga kini masih menanti kabar orang-orang tercinta. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles