RONGGOHADI, LAMONGAN – Hari pertama masuk sekolah tak hanya disambut semangat belajar oleh ribuan siswa di Kabupaten Lamongan. Ada satu momen yang paling ditunggu setelah hampir sebulan vakum selama liburan, yakni kembalinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan, suasana makan siang berubah menjadi penuh keceriaan. Para siswa tampak antusias menyantap menu bergizi yang kembali hadir di meja mereka. Bahkan, bagi sebagian anak, momen makan bersama teman-teman menjadi hal yang paling dirindukan selama libur panjang.
Hari Pertama Sekolah Disambut Menu Favorit Anak-anak
Pada penyaluran perdana tahun ajaran 2026/2027, SPPG Sidomukti Lamongan menyajikan menu yang cukup menggugah selera, yakni nasi hangat, opor ayam, tempe mendoan, acar matang, dan potongan semangka segar.
Tak butuh waktu lama, kotak makan yang dibagikan kepada siswa pun habis disantap. Tawa dan obrolan ringan antar siswa membuat suasana kelas terasa lebih hidup.
Salah satunya dirasakan Nadira, siswi kelas IV MI Unggulan Sabilillah. Ia mengaku sudah lama menunggu momen ini.
“Menunya hari ini ayam dimasak opor, itu favorit saya. Apalagi sudah hampir sebulan tidak merasakan menu MBG, jadi senang sekali bisa makan lagi bersama teman-teman,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Bukan Sekadar Makan Gratis, Tapi Bekal Semangat Belajar
Bagi pihak sekolah, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar memberikan makanan kepada siswa. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar anak.
Kepala MI Unggulan Sabilillah Lamongan, Uswatun Hasanah, mengungkapkan selama program berjalan tidak pernah ada keluhan dari siswa terkait kualitas makanan.
Menurutnya, antusiasme siswa yang selalu menghabiskan makanan menjadi indikator bahwa menu yang disajikan diterima dengan baik.
“Sejauh ini siswa sangat suka dan lahap dengan menu MBG yang disajikan. Kami berharap program ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik,” katanya.
Dampaknya Tak Hanya untuk Siswa, Petani Lamongan Juga Ikut Merasakan
Menariknya, manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Lamongan ternyata tidak berhenti di lingkungan sekolah.
Mitra SPPG Sidomukti Lamongan, Zumrotun Khabiba, menjelaskan meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi ribuan porsi makanan setiap hari turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Permintaan beras, ayam, telur, sayuran hingga buah-buahan ikut meningkat, sehingga memberikan dampak positif terhadap hasil produksi petani dan peternak lokal.
“Program MBG manfaatnya sangat besar. Bukan hanya bagi anak-anak yang menerima makanan bergizi, tetapi juga petani dan peternak karena permintaan hasil produksi mereka ikut meningkat,” jelasnya.
Sempat Libur, Kini MBG Kembali Berjalan
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis selama masa liburan sekolah mengikuti kalender pendidikan nasional.
Kebijakan tersebut disebut mampu menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp3 triliun tanpa menghentikan keberlanjutan program.
Kini, seiring dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar, distribusi MBG resmi kembali berjalan untuk memastikan kebutuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi.
Investasi Gizi untuk Masa Depan Generasi Lamongan
Di balik sepiring nasi dan lauk sederhana, tersimpan harapan besar untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menghadirkan makanan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat, meningkatkan fokus belajar, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan peternak.
Jika terus dijalankan secara konsisten dengan pengawasan yang baik, MBG berpotensi menjadi salah satu investasi terbesar dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia, dimulai dari ruang-ruang kelas di Kabupaten Lamongan.(rm)



