Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Pasar Agrobis Babat Dilalap Api Semalaman, 7 Stand Ludes dan Kerugian Ditaksir Tembus Rp1 Miliar

Ronggohadi, Lamongan – Kebakaran hebat mengguncang Pasar Agrobis Babat, Lamongan, Minggu (12/7/2026) malam. Api yang diduga pertama kali muncul dari salah satu kios berisi plastik dan styrofoam dengan cepat berubah menjadi lautan api, menghanguskan tujuh stand, merusak enam kios lainnya, serta menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga. Kobaran api yang membumbung tinggi bahkan terlihat dari kejauhan, sementara puluhan warga hanya bisa menyaksikan petugas berjibaku melawan si jago merah yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam kios.

Api Diduga Berasal dari Kios Plastik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.30 WIB dari bagian dalam salah satu kios milik Chaerul Fitrianto (34), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Seorang saksi mata, Didik (42), mengatakan kobaran api awalnya muncul dari bagian atas kios sebelum merembet ke tumpukan styrofoam dan plastik yang berada di depan toko.

“Api keluar dari dalam kios lalu membakar styrofoam di depan. Cepat sekali membesarnya karena isinya memang barang-barang yang mudah terbakar,” ujarnya.

Besarnya api membuat warga tidak berani melakukan pemadaman secara langsung. Mereka memilih menjauh sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Delapan Mobil Damkar Dikerahkan, Api Baru Padam Setelah Delapan Jam

Melihat skala kebakaran yang terus meluas, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, dibantu lima armada water supply, serta tambahan armada dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Juru Bicara Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan petugas mulai melakukan pemadaman sejak sekitar pukul 20.35 WIB.

Namun karena material di dalam kios didominasi plastik dan styrofoam, proses pemadaman berlangsung sangat sulit.

Api baru benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB pada Senin (13/7/2026), atau hampir delapan jam setelah kebakaran terjadi.

Tujuh Stand Hangus, Enam Kios Ikut Terdampak

Data sementara mencatat sedikitnya tujuh stand terbakar habis, yakni nomor:

  • B-A 01
  • B-A 02
  • B-A 03
  • AC 13
  • AC 14
  • AC 15
  • AC 16

Seluruh stand tersebut diketahui milik Chaerul Fitrianto.

Selain itu, enam kios lain juga mengalami dampak akibat panas dan kobaran api, yakni stand BA-4, BA-5, BA-6, AC-11, AC-12, serta BD-15.

Pemilik Kios Mengaku Listrik Sudah Dimatikan

Pemilik kios, Chaerul Fitrianto, mengaku terkejut saat mendapat kabar tokonya terbakar. Ia memastikan sebelum meninggalkan lokasi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, seluruh aliran listrik telah dimatikan.

“Hari Minggu memang toko tutup. Saat saya pulang listrik sudah saya matikan dan di dalam juga tidak ada barang elektronik yang menyala,” katanya.

Keterangan tersebut menjadi salah satu bahan penyelidikan aparat untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar, Penyebab Masih Diselidiki

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Sebagian besar stok dagangan berupa plastik, styrofoam, dan perlengkapan usaha hangus tak tersisa.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara setelah lokasi dinyatakan aman.

Pasar Agrobis Babat Kembali Jadi Sorotan

Insiden ini menjadi perhatian serius karena Pasar Agrobis Babat merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di wilayah utara Lamongan yang setiap hari menjadi tempat aktivitas ratusan pedagang dan pembeli.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya sistem mitigasi kebakaran di kawasan pasar, mulai dari pemeriksaan instalasi listrik, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga jalur evakuasi yang memadai agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles