Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Massa Lamongan Tuntut Hentikan Kekerasan Aparat dan Tolak Tunjangan DPR

RONGGOHADI, LAMONGAN – Suara rakyat menggema di Kabupaten Lamongan, Senin (1/9/2025). Ratusan pengunjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, aktivis mahasiswa, hingga organisasi pergerakan turun ke jalan. Mereka menuntut stop kekerasan aparat terhadap demonstran dan menolak keras kenaikan tunjangan DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Aksi digelar di dua titik, yakni Mapolres Lamongan dan Gedung DPRD Lamongan. Meski berlangsung dengan orasi keras, situasi tetap berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri dengan tertib.

Tuntutan Keras: Stop Kekerasan & Copot Kapolri

Salah satu peserta aksi, As’ad Khoirul Annas, menegaskan bahwa tuntutan ini adalah respons atas tragedi nasional dalam rangkaian aksi demo 28–30 Agustus 2025 yang menelan korban jiwa, termasuk Affan Kurniawan dan Umar Amarudin.

“Ini suara rakyat untuk keadilan. Kami menolak kekerasan aparat, meminta pembebasan demonstran yang ditahan, dan menuntut pencopotan Kapolri Listyo Sigit,” tegas As’ad.

Ia menambahkan bahwa gerakan ini lahir dari kajian dan aspirasi rakyat, bukan tindakan anarkis.

Mahasiswa PMII & BEM Joko Tingkir Geruduk DPRD Lamongan

Di lokasi berbeda, gabungan aktivis PMII Lamongan dan BEM Joko Tingkir juga menggelar aksi di depan DPRD Lamongan. Mereka menolak kenaikan tunjangan dan fasilitas baru DPR, yang dianggap melecehkan kondisi rakyat saat ini.

“Kami menuntut audit kekayaan pejabat bermasalah dan sanksi tegas terhadap kader partai yang abai pada aspirasi rakyat,” teriak Maulana Rohis Putra, koordinator aksi.

Polisi & DPRD Janji Respons Aspirasi

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menegaskan bahwa pihaknya mengawal aksi dengan pendekatan persuasif.

“Kami turunkan personel untuk memastikan aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lamongan, Freddy Wahyudi, langsung menemui perwakilan massa. Ia menyatakan siap menyalurkan seluruh aspirasi ke tingkat lebih tinggi sesuai mekanisme kelembagaan.

“Kami berkomitmen menyalurkan aspirasi mahasiswa dan masyarakat Lamongan,” tegas Freddy.

Aksi Damai Berakhir Tertib

Meski diwarnai orasi keras, aksi demo Lamongan ini berakhir tanpa insiden. Ratusan massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi. Aksi ini menegaskan satu pesan kuat: rakyat Lamongan tidak tinggal diam melihat kekerasan aparat dan kebijakan DPR yang dinilai menyakiti hati publik. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles