Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

LAMONGAN SIAGA SATU! 29 Perlintasan KA Kini Dijaga 24 Jam Non-Stop: Gak Ada Lagi Cerita “Lolos” di Tengah Malam!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Kabar penting buat kamu yang sering wira-wiri melintasi rel kereta api di malam hari! Jangan lagi merasa “aman” hanya karena suasana sepi. Faktanya, sejak awal tahun hingga Maret 2026 ini, Lamongan sudah mencatat 5 kecelakaan tragis yang merenggut 4 nyawa.

Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, Dishub Lamongan, Polres, dan PT KAI langsung tancap gas melakukan “operasi senyap” untuk menutup celah bahaya. Strateginya? Penjagaan ekstra ketat yang tak kenal waktu tidur!

 Titik Lemah Tengah Malam Resmi Ditutup

Selama ini, banyak perlintasan yang penjaganya “pulang kantor” pukul 22.00 WIB, meninggalkan palang pintu dalam kondisi tak bertuan. Nah, menyambut musim mudik Lebaran yang makin dekat, aturan mainnya diubah total.

Skema Pengamanan Perlintasan KA Lamongan:

Status PerlintasanJumlah TitikKebijakan Baru
Lalu Lintas Padat29 TitikDijaga 24 Jam Full (Personel KAI masuk setelah jam 22.00)
Lalu Lintas Rendah21 TitikDitutup Total mulai pukul 22.00 WIB s/d Pagi
Total Perhatian50 TitikPengawasan Ketat Dishub & PT KAI

 Dishub & KAI Kolaborasi: Mudik Aman, Hati Tenang

Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hariwibowo, menjelaskan bahwa penambahan personel dari PT KAI adalah kunci untuk mengisi kekosongan penjagaan di malam hari. Terutama bagi perlintasan yang menjadi urat nadi kendaraan dari luar kota.

 “Prioritas kami adalah pengamanan malam hari yang selama ini jadi titik lemah. Menjelang masa angkutan Lebaran, volume kendaraan pasti naik. Jadi, perlintasan padat sekarang dijaga 24 jam penuh. Untuk yang sepi, mending ditutup sementara demi nyawa warga,” tegas Dianto.

Keputusan menutup 21 perlintasan di malam hari mungkin terasa sedikit merepotkan bagi sebagian orang, tapi ini adalah langkah paling logis untuk mencegah tragedi. Jalur KA di Lamongan terkenal sangat padat jadwal. Membiarkan perlintasan tak dijaga di jam-jam “ngantuk” (tengah malam) sama saja dengan membuka pintu maut.

Dengan 29 titik yang kini dijaga non-stop, warga Lamongan dan pemudik nantinya bisa sedikit bernapas lega. Tapi ingat, palang pintu hanyalah alat bantu—kewaspadaan tetap ada di tangan Anda. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles