RONGGOHADI, LAMONGAN — Kabar penting buat kamu yang sering wira-wiri melintasi rel kereta api di malam hari! Jangan lagi merasa “aman” hanya karena suasana sepi. Faktanya, sejak awal tahun hingga Maret 2026 ini, Lamongan sudah mencatat 5 kecelakaan tragis yang merenggut 4 nyawa.
Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, Dishub Lamongan, Polres, dan PT KAI langsung tancap gas melakukan “operasi senyap” untuk menutup celah bahaya. Strateginya? Penjagaan ekstra ketat yang tak kenal waktu tidur!
Titik Lemah Tengah Malam Resmi Ditutup
Selama ini, banyak perlintasan yang penjaganya “pulang kantor” pukul 22.00 WIB, meninggalkan palang pintu dalam kondisi tak bertuan. Nah, menyambut musim mudik Lebaran yang makin dekat, aturan mainnya diubah total.
Skema Pengamanan Perlintasan KA Lamongan:
| Status Perlintasan | Jumlah Titik | Kebijakan Baru |
| Lalu Lintas Padat | 29 Titik | Dijaga 24 Jam Full (Personel KAI masuk setelah jam 22.00) |
| Lalu Lintas Rendah | 21 Titik | Ditutup Total mulai pukul 22.00 WIB s/d Pagi |
| Total Perhatian | 50 Titik | Pengawasan Ketat Dishub & PT KAI |
Dishub & KAI Kolaborasi: Mudik Aman, Hati Tenang
Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hariwibowo, menjelaskan bahwa penambahan personel dari PT KAI adalah kunci untuk mengisi kekosongan penjagaan di malam hari. Terutama bagi perlintasan yang menjadi urat nadi kendaraan dari luar kota.
“Prioritas kami adalah pengamanan malam hari yang selama ini jadi titik lemah. Menjelang masa angkutan Lebaran, volume kendaraan pasti naik. Jadi, perlintasan padat sekarang dijaga 24 jam penuh. Untuk yang sepi, mending ditutup sementara demi nyawa warga,” tegas Dianto.
Keputusan menutup 21 perlintasan di malam hari mungkin terasa sedikit merepotkan bagi sebagian orang, tapi ini adalah langkah paling logis untuk mencegah tragedi. Jalur KA di Lamongan terkenal sangat padat jadwal. Membiarkan perlintasan tak dijaga di jam-jam “ngantuk” (tengah malam) sama saja dengan membuka pintu maut.
Dengan 29 titik yang kini dijaga non-stop, warga Lamongan dan pemudik nantinya bisa sedikit bernapas lega. Tapi ingat, palang pintu hanyalah alat bantu—kewaspadaan tetap ada di tangan Anda. (rm)



