RONGGOHADI, LAMONGAN – Pergantian pemimpin bukan sekadar perpindahan jabatan. Di balik seremoni pisah sambut, ada estafet tanggung jawab yang harus terus berjalan. Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Pisah Sambut Kepala Lapas dan Pejabat Manajerial Lapas Kelas IIB Lamongan, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Lamongan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi jajaran Pemasyarakatan sekaligus momentum untuk melepas pejabat yang telah menuntaskan amanah dan menyambut pejabat yang akan melanjutkan tugas di lingkungan baru.
Salah satu tamu yang hadir adalah Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto. Kehadirannya turut memperlihatkan eratnya hubungan antarsatuan kerja Pemasyarakatan di Jawa Timur yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat. Tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, pisah sambut juga menjadi kesempatan untuk kembali merawat komunikasi dan silaturahmi antarpimpinan serta jajaran Pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim Hadir
Kegiatan tersebut turut dihadiri dan diisi sambutan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali.
Kehadiran jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menjadi bentuk dukungan terhadap proses pergantian kepemimpinan di Lapas Lamongan.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan kepemimpinan di satuan kerja Pemasyarakatan tetap harus berjalan beriringan dengan kesinambungan program dan kerja sama antarsatuan kerja.
Dalam dinamika organisasi, pergantian pejabat merupakan hal yang biasa. Namun, menjaga agar semangat pelayanan dan pelaksanaan tugas tetap berjalan optimal menjadi tanggung jawab bersama.
Dari Pisah Sambut Menuju Kolaborasi
Kepala Lapas Mojokerto turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, momentum pisah sambut tidak hanya menjadi ajang melepas dan menyambut pejabat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi, serta hubungan kerja antarjajaran Pemasyarakatan di Jawa Timur.
Hubungan yang terjalin baik antarunit kerja menjadi modal penting dalam membangun koordinasi yang semakin solid.
Terlebih, tugas Pemasyarakatan membutuhkan kerja bersama, komunikasi yang baik, serta komitmen untuk menjalankan fungsi pelayanan secara konsisten.
Cinderamata dan Ramah Tamah Tutup Rangkaian Acara
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada pejabat yang melepas amanah serta ramah tamah.
Suasana penuh keakraban mewarnai akhir kegiatan. Tidak ada sekat formal yang terlalu kaku. Para jajaran Pemasyarakatan berbaur dalam satu ruang, mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin.
Pergantian kepemimpinan pun akhirnya bukan menjadi garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
Bagi Lapas Lamongan, kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian harus tetap berjalan. Sementara bagi jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur, kebersamaan dan kolaborasi menjadi energi penting untuk memastikan tugas dan fungsi Pemasyarakatan tetap terlaksana secara optimal.
Sebab, dalam sebuah organisasi, pemimpin bisa berganti, tetapi estafet pengabdian tidak boleh berhenti. (rm)



